Jakarta, 11 Januari 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan seiring menguatnya harga emas di pasar global. Penguatan ini dipicu oleh melemahnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi pelaku pasar terhadap peluang penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed).
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), di tengah ketidakpastian ekonomi global dan prospek pelonggaran kebijakan moneter.
Berdasarkan data resmi pada Sabtu, 10 Januari 2026, harga emas batangan Antam tercatat naik sebesar Rp25.000 dibandingkan hari sebelumnya, sehingga berada di level Rp2.602.000 per gram. Posisi ini mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah dicapai logam mulia domestik tersebut.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga mengalami peningkatan dan kini berada di angka Rp2.455.000 per gram. Kenaikan harga buyback ini memberikan keuntungan tambahan bagi pemilik emas yang berencana melakukan pelepasan aset.
Analis pasar menilai, selama ketidakpastian ekonomi global masih berlanjut dan sinyal pelonggaran suku bunga dari The Fed semakin menguat, harga emas berpotensi tetap berada dalam tren positif. Emas dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif aman dalam menjaga nilai kekayaan di tengah fluktuasi pasar keuangan.
[RED]













