TAPANULI TENGAH, 29 Desember 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH, M.Hum., M.Si., MM , menyampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak bencana alam cukup berat , dengan jumlah korban terdampak yang tergolong signifikan. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Tapanuli Tengah , Sabtu (27/12/2025) .
Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana akan terus diperkuat dan diintensifkan hingga menjelang bulan Ramadhan tahun depan . Menurutnya, pengerahan personel Polri akan disesuaikan secara dinamis dengan kebutuhan di lapangan, khususnya dalam proses normalisasi wilayah terdampak.
“Penambahan personel akan terus disesuaikan dengan kebutuhan normalisasi di lapangan agar pemulihan dapat berjalan optimal,” ujar Wakapolri.
Dalam bentuk kehadiran negara, Polri melalui Polres Tapanuli Tengah telah melakukan berbagai langkah tanggap darurat dan pemulihan, di antaranya penyaluran bantuan sembako ke lima kecamatan terdampak , penyediaan akses air bersih di 15 titik , serta rehabilitasi sejumlah rumah ibadah , baik gereja maupun masjid, yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Wakapolri menjelaskan bahwa tantangan geografis menjadi salah satu kendala utama dalam penyaluran bantuan. Sejumlah desa yang dilaporkan berada dalam kondisi terlindungi , sehingga petugas harus menggunakan sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi terdampak. Bahkan pada fase awal penanganan, distribusi logistik sempat sepenuhnya mengandalkan jalur udara akibat terputusnya akses transportasi darat.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Polri bersama unsur terkait telah mengerahkan lima unit alat berat jenis ekskavator guna membuka jalan yang tertimbun longsor. Langkah ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan aksesibilitas, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memastikan distribusi bantuan kemanusiaan dapat berjalan dengan lancar.
“Banyak lima ekskavator yang kami turunkan untuk membuka akses. Jembatan yang sempat terputus kini telah diperbaiki berkat sinergi antara Bupati, Kapolres, dan unsur TNI,” jelas Wakapolri.
Saat ini, sebanyak 150 personel Polri dari Mabes Polri telah diperbantukan dan ditempatkan di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Kehadiran personel tambahan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana , menjaga stabilitas keamanan, serta memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal kepada masyarakat terdampak.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan secara terpadu, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan .
[RED]













