Medan, 30 Desember 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah menilai kinerja pengawasan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di wilayah Sumatera Utara masih sangat lemah. Penilaian tersebut didasarkan pada masih maraknya peredaran berbagai barang ilegal yang diduga masuk melalui jalur perairan di wilayah tersebut.
BEM UMN Al-Washliyah menyebut lemahnya pengawasan telah berdampak langsung pada bebasnya pendistribusian barang ilegal di tengah masyarakat , tanpa penindakan yang efektif dan berkelanjutan. Adapun jenis barang ilegal yang disebarkan antara lain rokok ilegal dan rokok tanpa pita cukai , telepon genggam ilegal atau non-IMEI , serta barang bekas bal-bal (ballpress) ilegal .
Menurut BEM UMN Al-Washliyah, peredaran barang ilegal tersebut telah menyebabkan kerugian yang signifikan bagi keuangan negara , karena tidak memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak maupun bea masuk. Kondisi ini dinilai semakin ironis di tengah meningkatnya beban kewajiban pajak yang harus ditanggung masyarakat .
“Kondisi ini menimbulkan cerminan publik, baik terkait adanya pembiaran, lemahnya sistem pengawasan, maupun dugaan interaksi oknum-oknum tertentu dalam praktik penyelundupan barang ilegal,” demikian pernyataan resmi BEM UMN Al-Washliyah yang diterima media, Selasa (30/12/2025).
Soroti LHKPN Pejabat
Selain menyoroti lemahnya pengawasan, BEM UMN Al-Washliyah juga menaruh perhatian terhadap peningkatan signifikan kekayaan sejumlah pejabat terkait , sebagaimana tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) . Kenaikan nilai aset yang mencapai miliaran rupiah tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dan diaudit secara transparan serta akuntabel .
Menurut mereka, transparansi harta pejabat publik merupakan bagian penting dalam menjaga integritas dan mencegah potensi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di sektor pengawasan kepabeanan.
Desakan dan Tuntutan
Atas berbagai temuan dan kekhawatiran tersebut, BEM UMN Al-Washliyah menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Mereka mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang ilegal.
Selain itu, BEM UMN Al-Washliyah juga meminta agar segera dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus yang fokus anggota penyelundupan rokok ilegal , handphone non-IMEI , serta ballpress ilegal di wilayah Sumatera Utara.
Tidak hanya itu, mereka juga mendesak Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk memberikan perhatian serius terhadap permasalahan tersebut, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat terkait , guna memastikan pengawasan kepabeanan berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.
[RED]













