BGN Hentikan Sementara Distribusi MBG Awal Januari 2026, Fokus Persiapan Teknis dan Keamanan Pangan

banner 120x600

JAKARTA, 28 Desember 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal Januari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah persiapan teknis untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lebih optimal, aman, dan berkelanjutan. Distribusi MBG dijadwalkan kembali berlangsung secara serentak mulai 8 Januari 2026 di seluruh wilayah pelaksanaan.

crossorigin="anonymous">

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana , menjelaskan bahwa masa jeda distribusi yang berlangsung pada 2 hingga 7 Januari 2026 dimanfaatkan oleh seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan konsolidasi dan evaluasi menyeluruh. Fokus persiapan meliputi kesiapan dapur produksi, sistem logistik dan distribusi, ketersediaan serta kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan penerapan standar keamanan dan higienitas pangan .

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2026 dapat berjalan lebih baik, aman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Dadan Hindayana.

Meski terdapat larangan sementara, BGN menegaskan bahwa layanan MBG bagi kelompok prioritas , yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok B3) , tetap berjalan pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025 . Sementara itu, pendistribusian MBG bagi anak sekolah selama masa libur akhir tahun bersifat opsional , menyesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing wilayah.

BGN menargetkan seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan normal setelah masa persiapan berakhir. Pada tahun 2026, program ini akan lebih difokuskan pada pelayanan kesinambungan, peningkatan kualitas distribusi, serta jaminan keamanan pangan , guna mendukung penyediaan gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui langkah ini, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi nasional.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0