Halmahera Tengah, 3 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Kepolisian Daerah Maluku Utara membentuk Tim Gabungan Lintas Fungsi guna memaksimalkan penyebaran kasus pembunuhan di wilayah Patani, Kabupaten Halmahera Tengah , secara menyeluruh, objektif, dan berkeadilan.
Tim terpadu ini melibatkan berbagai unsur strategi, mulai dari penyidik, Intelmob, Tim Penjejak dan Tim Pemburu Brimob, Inafis, Humas, Bhabinkamtibmas, Unit K9 , hingga dukungan teknologi drone dan Laboratorium Forensik (Labfor) .
Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, SH, SIK, MIK , menegaskan bahwa pembentukan tim tersebut merupakan wujud keseriusan Polri dalam mengungkap perkara secara komprehensif dengan mengedepankan metode ilmiah dan profesionalitas tinggi.
“Tim ini merupakan kekuatan terpadu yang menggabungkan fungsi penyelidikan, intelijen, serta dukungan teknologi modern agar setiap tahapan mengungkapkan berjalan tujuan, diukur, dan akuntabel,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, penyidik menjadi garda terdepan dalam membangun konstruksi hukum melalui pemeriksaan saksi serta pengumpulan alat bukti. Dukungan Intelmob berperan dalam memperkuat analisis intelijen terkait pola dan pergerakan pelaku, sementara Tim Penjejak Brimob melakukan penelusuran di lapangan dan Tim Pemburu disiagakan untuk melakukan transmisi taktis.
Pendekatan berbasis sains juga dioptimalkan melalui peran Inafis dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) secara presisi, yang diperkuat dengan hasil uji Laboratorium Forensik , termasuk analisis DNA serta pemeriksaan barang bukti lainnya. Unit K9 juga dikerahkan untuk membantu pelacakan dengan kemampuan deteksi yang telah teruji.
Selain itu, penggunaan drone menjadi inovasi penting dalam operasi ini untuk menyatukan area dari udara, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Bhabinkamtibmas berperan aktif dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat guna menggali informasi sekaligus menjaga situasi keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Polda Maluku Utara juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi yang relevan.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Informasi sekecil apa pun akan sangat membantu dalam proses penyebaran kasus ini,” tutupnya.
[RED]













