Aceh Selatan, 3 Oktober 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Sejak resmi dilantik pada 17 Februari 2025, pasangan Bupati Mirwan dan Wakil Bupati Baital, yang mengusung jargon MANIS (Maju, Inovatif, dan Sinergis), telah meluncurkan sejumlah program unggulan dan terobosan baru dalam upaya membangun Kabupaten Aceh Selatan.
Salah satu program andalan yang diperkenalkan adalah Bajak Sawah Gratis (Basaga), yang bertujuan memberikan keringanan biaya serta dukungan kepada para petani dalam mengolah lahan pertanian. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus meringankan beban petani kecil di Aceh Selatan.
Selain Basaga, pemerintahan Mirwan–Baital juga mencanangkan Gerakan Magrib Mengaji sebagai upaya pembinaan generasi muda dalam penguatan syariat Islam. Namun, hingga kini program tersebut dinilai belum berjalan maksimal karena minimnya tindak lanjut nyata. Padahal, keberadaan program tersebut sangat strategis dalam membangun pondasi moral masyarakat di tengah meningkatnya kasus pelanggaran syariat, termasuk peristiwa tragis yang sempat mencuat, yakni kasus ayah yang tega menghamili anak kandungnya hingga melahirkan.
Dalam misi 100 hari kerja, Bupati Mirwan menekankan sejumlah program kerja prioritas. Namun, agar manfaatnya benar-benar dirasakan, setiap program harus dievaluasi secara berkala.
- Untuk program Basaga, Dinas Pertanian Aceh Selatan perlu menyampaikan laporan yang transparan mengenai:
- Jumlah anggaran APBK yang terserap,
- Luas lahan sawah yang telah digarap melalui program,
- Hingga hasil produksi padi yang diperoleh sebagai outcome nyata.
Demikian pula dengan program-program lain yang telah dicanangkan, pemerintah daerah perlu menyiapkan mekanisme evaluasi periodik agar pembangunan lebih fokus pada substansi, efektivitas, dan pencapaian visi misi menuju Aceh Selatan Maju dan Produktif.
Hingga memasuki triwulan akhir tahun anggaran 2025, realisasi capaian anggaran pemerintah daerah masih tergolong belum memuaskan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan tercatat stagnan, sehingga menjadi catatan kritis bagi pemerintahan Mirwan–Baital untuk menyiapkan strategi fiskal yang lebih matang di tahun 2026 mendatang.
Meski baru berjalan 7 bulan, periode awal pemerintahan ini dapat dijadikan sebagai fondasi penting menuju target pembangunan dalam lima tahun ke depan. Bupati Mirwan diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, mendengarkan kritik, serta menjadikan masukan publik sebagai obat untuk memperbaiki kinerja, bukan dianggap sebagai serangan.
Membangun Aceh Selatan bukanlah pekerjaan instan yang bisa diselesaikan dengan retorika semata. Dibutuhkan:
- Konsistensi kebijakan,
- Transparansi penggunaan anggaran,
- Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya,
- Serta komitmen untuk mengutamakan substansi pembangunan.
Dengan arah yang lebih jelas dan fokus, diharapkan visi besar pemerintahan Mirwan–Baital untuk menjadikan Aceh Selatan Maju dan Produktif dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.
[RED]













