Subang, 17 April 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Aliansi Wartawan Pantura (AWP) Subang menggelar kegiatan rapat musyawarah sekaligus halal bihalal yang berlangsung di Saung Kinanti, Pamanukan, Subang.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota AWP sebagai bentuk konsolidasi organisasi pasca vakum selama kurang lebih enam tahun.
Ketua AWP Ade Cahyono, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus yang tetap menjaga solidaritas organisasi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya dalam berbagai kegiatan sebelumnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus AWP. Saya juga memohon maaf karena selama ini hanya bisa memantau akibat kondisi kesehatan. Alhamdulillah saat ini sudah membaik dan dapat hadir kembali,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Asep Sopandi, yang akrab disapa Asep Oles. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan organisasi setelah cukup lama tidak aktif.
“AWP sempat vakum karena kondisi kesehatan ketua. Alhamdulillah, setelah kurang lebih enam tahun, kini kita bisa kembali melaksanakan musyawarah sebagai langkah awal kebangkitan organisasi,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua AWP sekaligus Kabiro subang – indramayu – pantura RESKRIMPOLDA.NEWS M. Tohir, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan organisasi. Ia menegaskan pentingnya membangun kembali komunikasi dan sinergi antar anggota.
“Kami bersyukur AWP kembali aktif. Ini menjadi momentum untuk memperkuat organisasi ke depan, baik dalam kegiatan, komunikasi, maupun peningkatan kualitas anggota,” katanya.
Lebih lanjut, M. Tohir juga mengungkapkan rencana untuk membuka peluang peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Subang.
“UKW bukan hanya untuk anggota PWI, tetapi terbuka bagi seluruh wartawan dari berbagai organisasi. Kami ingin anggota AWP juga memiliki kompetensi yang teruji,” tambahnya.
Ditempat yang sama, penasehat hukum AWP ketua LBH Praboe Justitia Wicaksana, yang dikenal sebagai Kang Prabu, turut memberikan pandangannya terkait dunia jurnalistik.
“Kegiatan jurnalistik harus berlandaskan hukum, akurasi, dan kode etik. Wartawan tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya singkat.
[RED – TOHIR]













