Tim SAR Gabungan Fokuskan Pencarian Sembilan Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

banner 120x600

Maros, 19 Januari 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan saat ini memusatkan upaya pencarian terhadap sembilan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar .

crossorigin="anonymous">

Pesawat ATR 42-500 merupakan pesawat penumpang bermesin turboprop yang secara luas digunakan untuk penerbangan regional maupun rute jarak pendek hingga menengah di berbagai belahan dunia. Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis awal, pesawat diduga mengalami kecelakaan setelah menabrak tebing di kawasan Gunung Bulusaraung , Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan satu orang korban berjenis kelamin laki-laki . Korban ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter , tidak jauh dari lokasi sebaran serpihan pesawat. Jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas dan saat ini masih dalam proses identifikasi.

Upaya pencarian melalui jalur darat dilakukan oleh empat Search Rescue Unit (SRU) yang menyisir area sekitar titik jatuhnya pesawat dan jalur-jalur rawan di lereng tebing Bulusaraung. Sementara itu, dua SRU lainnya melakukan pemantauan melalui jalur udara guna memperluas jangkauan pencarian dan mendeteksi keberadaan korban maupun sisa badan pesawat.

Dalam operasi SAR terpadu ini, sekitar 1.200 personel dikerahkan, yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan , dengan dukungan peralatan darat dan udara.

Dari hasil pemantauan udara menggunakan Helikopter Calacar serta pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara , tim SAR berhasil mengidentifikasi sejumlah serpihan pesawat, di antaranya bagian badan pesawat, ekor, dan jendela , yang tersebar di sekitar lokasi kecelakaan.

Kepala Bidang Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan , menyampaikan bahwa satu jenazah yang belum teridentifikasi telah berhasil dievakuasi. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrem , berupa hujan deras, kabut tebal, serta medan yang terjal dan licin, menyebabkan proses evakuasi lanjutan ke bagian pesawat untuk sementara waktu harus ditunda demi keselamatan seluruh personel di lapangan.

Operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan secara bertahap, terukur, dan terkoordinasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan profesionalisme.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0