Klarifikasi Menu MBG di Legonkulon, ASLAP dan SPPI Turun Langsung.

banner 120x600

Subang, 18 Januari 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Menindaklanjuti beredarnya unggahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di grup WhatsApp wali murid salah satu sekolah swasta di wilayah Legonkulon, pihak pelaksana MBG memberikan klarifikasi sekaligus ralat atas informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

crossorigin="anonymous">

Rafi selaku ASLAP (Asisten Lapangan) MBG, bersama Deden selaku SPPI Legonkulon, menjelaskan bahwa menu MBG yang beredar di grup WhatsApp tersebut dalam kondisi layak dan sesuai standar saat pendistribusian awal.

Menurut Rafi, pendistribusian MBG dilakukan pada hari Kamis dan disalurkan ke salah satu sekolah swasta. Namun, oleh pihak sekolah, makanan tersebut baru dibagikan kepada siswa-siswi pada hari Sabtu, sehingga terjadi jeda waktu yang cukup lama.

“Perlu kami sampaikan bahwa setiap menu MBG yang kami sajikan tidak menggunakan bahan pengawet. Dengan jeda waktu dari Kamis ke Sabtu, tentu kondisi makanan menjadi tidak layak konsumsi,” jelas Rafi.

Atas beredarnya unggahan tersebut di grup WhatsApp wali murid, Rafi dan Deden mengaku telah melakukan klarifikasi bersama dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait. Klarifikasi tersebut turut dihadiri oleh pegawai Kecamatan Legonkulon, Bhabinkamtibmas Polri, serta unsur TNI.

Dalam kesempatan itu, Rafi selaku ASLAP juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wali murid atas kurangnya sosialisasi terkait mekanisme pendistribusian serta batas waktu konsumsi MBG.

“Kami mohon maaf atas kurangnya sosialisasi. Kejadian ini akan kami jadikan bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang kembali. Kami tegaskan, kejadian seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi,” ujar Rafi.

Rafi menambahkan, pihaknya terbuka menerima kritik dan keluhan apabila ditemukan kesalahan dalam pengiriman maupun kualitas makanan MBG. Ia juga berharap seluruh pihak dapat melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Diketahui, sekolah swasta tersebut berlokasi di Desa Pengarengan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

[RED – TH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0