Jakarta, 30 September 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Upacara sakral Prasetya Perwira di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 23 Juli 2025, menyimpan momen bersejarah yang menyedot perhatian publik. Dari sekitar 2.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang resmi dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terdapat sosok pemuda yang mencatat prestasi membanggakan sekaligus memecahkan rekor penting dalam sejarah Akademi Angkatan Laut (AAL).
Adalah Letnan Dua (Letda) Menanda Putra Duta, yang berhasil menyabet penghargaan Adhi Makayasa, predikat tertinggi sebagai lulusan terbaik AAL tahun 2025. Prestasi ini bukan hanya menandai kecemerlangan pribadi, tetapi juga mencatatkan dirinya sebagai pemuda Tionghoa pertama yang memperoleh penghargaan bergengsi tersebut dalam sejarah panjang AAL.
Penghargaan Adhi Makayasa diberikan bagi taruna yang unggul dalam tiga aspek utama: prestasi akademik, keterampilan kepemimpinan, serta kesamaptaan jasmani. Letda Menanda berhasil melampaui ribuan rekan seangkatannya melalui dedikasi, kerja keras, serta konsistensi dalam menorehkan prestasi.
Keberhasilannya menjadi bukti nyata bahwa kesetaraan dan keberagaman dalam tubuh TNI Angkatan Laut tidak hanya dihargai, tetapi juga dapat melahirkan generasi muda yang mampu bersaing secara sehat dan berkontribusi nyata bagi bangsa.
Dalam prosesi penuh khidmat di halaman Istana, Presiden Prabowo Subianto secara langsung melantik para perwira remaja TNI dan Polri tersebut. Momen itu menjadi semakin bermakna ketika nama Letda Menanda disebut sebagai penerima Adhi Makayasa, disambut dengan tepuk tangan meriah dari undangan, keluarga, serta rekan seangkatannya.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk keluarga, almamater, dan bangsa Indonesia. Semoga saya dapat mengabdi dengan sepenuh hati di medan tugas nantinya,” ungkap Letda Menanda usai pelantikan.
Capaian Letda Menanda Putra Duta dipandang sebagai simbol harapan baru bagi generasi muda Indonesia, khususnya dalam meneguhkan nilai integritas, keberagaman, dan nasionalisme. Kehadirannya di jajaran perwira TNI AL diharapkan dapat menjadi teladan inspiratif bahwa siapa pun, tanpa memandang latar belakang etnis maupun budaya, memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi bagi bangsa dan negara.
[RED]













