Jakarta, 2 Juni 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang populer dikenal dengan sapaan Gus Ipul, secara resmi mengungkapkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk setiap peserta didik dalam program Sekolah Rakyat mencapai angka signifikan, yakni Rp 48,2 juta per tahun.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gus Ipul dalam agenda Rapat Kerja Bersama Komisi VIII DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Rincian Anggaran Lengkap
Menurut penuturan Gus Ipul, dana tersebut mencakup beragam kebutuhan mendasar dan pendukung pendidikan siswa, mulai dari penyediaan seragam sekolah, sepatu, perlengkapan alat tulis, hingga fasilitas teknologi seperti laptop. Seluruh kebutuhan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah guna memastikan keberhasilan pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
“Kami telah melaporkan kepada Bapak Presiden. Indeks pembiayaan untuk tiap siswa itu sekitar Rp 48,25 juta per tahun,” ujar Gus Ipul seperti dikutip dalam rapat, Minggu (1/6/2025).
Alasan Besarnya Anggaran di Tahun Pertama
Gus Ipul menegaskan bahwa tingginya nominal anggaran khususnya terjadi pada tahun pertama pelaksanaan program, karena adanya kebutuhan pengadaan sarana dan prasarana awal. Meski demikian, ia optimistis bahwa biaya operasional di tahun-tahun selanjutnya akan mengalami penurunan signifikan, seiring telah tersedianya fasilitas utama yang digunakan secara berkelanjutan.
“Biaya besar di awal adalah hal wajar. Tahun pertama kita butuh bangun pondasi — dari perangkat fisik sampai kebutuhan belajar. Tapi ke depan, biaya per siswa akan lebih rendah karena fasilitas sudah lengkap,” jelasnya.
Program Strategis Pemerintah
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi siswa-siswa dari keluarga pra-sejahtera. Dengan pembiayaan penuh dari negara, diharapkan tak ada lagi hambatan finansial yang membuat anak-anak Indonesia terpaksa putus sekolah.
[RED]













