Jakarta, 30 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Satuan Tugas Khusus Kepolisian akhirnya berhasil membekuk salah satu buronan kelas kakap di sektor energi nasional, Riza Chalid, yang selama ini dikenal sebagai otak di balik jaringan mafia impor Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal sekaligus pelaku utama praktik pengoplosan BBM di Indonesia.
Penangkapan Riza Chalid dilakukan dalam operasi senyap yang digelar tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri bersama Interpol. Operasi tersebut berlangsung di sebuah lokasi rahasia di luar negeri, tempat Riza selama ini bersembunyi untuk menghindari jeratan hukum.
“Setelah melalui penyelidikan panjang, kami berhasil melacak keberadaan saudara Riza Chalid. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan sedang dalam proses ekstradisi ke Indonesia,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Pol. [Nama], dalam keterangan resmi.
Riza Chalid dikenal luas sebagai salah satu pengusaha yang memiliki pengaruh besar di sektor minyak dan gas tanah air. Namun di balik itu, ia diduga kuat terlibat dalam manipulasi impor BBM dengan memalsukan dokumen, menyelundupkan produk berkualitas rendah, hingga mencampurkan BBM resmi dengan bahan oplosan yang tidak sesuai standar. Praktik kotor ini disebut telah merugikan negara triliunan rupiah, sekaligus membahayakan keselamatan konsumen.
Dari hasil investigasi, jaringan yang dipimpin Riza Chalid diduga menggunakan modus operandi rumit, mulai dari permainan kuota impor, kerja sama gelap dengan oknum pejabat, hingga penggelapan pajak. BBM oplosan yang mereka edarkan tidak hanya merusak mesin kendaraan, tetapi juga menyebabkan kerugian ekosistem lingkungan akibat emisi dan limbah berbahaya.
“Ini bukan hanya perkara ekonomi, tapi juga soal keamanan nasional. Mafia BBM yang dikendalikan Riza Chalid sudah terlalu lama beroperasi, merusak pasar, mencemari lingkungan, dan melemahkan kemandirian energi bangsa,” tegas Komjen Pol. [Nama].
Selain menangkap Riza Chalid, polisi juga menyita sejumlah aset bernilai fantastis, termasuk kilang ilegal, kapal tanker, serta dokumen transaksi keuangan lintas negara yang diyakini menjadi bukti penting dalam mengungkap jaringan mafia energi ini. Penyidik tengah memburu pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk korporasi dan oknum pejabat yang diduga turut memuluskan praktik ilegal tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut baik langkah tegas aparat kepolisian. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa penindakan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku industri energi untuk mematuhi regulasi dan menjaga integritas usaha. “Ini momentum besar untuk bersih-bersih sektor migas,” ujarnya.
[RED]













