SUKABUMI, 28 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Aparat kepolisian berhasil mengungkap kronologi dugaan tindak pidana penyiraman air keras yang menimpa seorang ibu berinisial YA dan anaknya di Sukabumi. Peristiwa keji ini melibatkan dua orang terduga pelaku, yakni H (30), yang diduga sebagai pelaku utama, serta YD (47), seorang pengemudi ojek online yang berperan sebagai pengantar sekaligus pengintai.
Rangkaian Persiapan dari Kalimantan
Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa H sengaja berangkat dari Kalimantan pada Selasa, 29 April 2025, dengan tujuan menemui korban YA di Sukabumi. Sebelum tiba di lokasi, tersangka sempat menginap semalam di Jakarta. Di ibu kota, H memanfaatkan media sosial untuk mencari penjual cairan kimia jenis air keras dan berhasil mendapatkannya dengan harga Rp800.000.
Pada Rabu, 30 April 2025, tersangka memesan layanan ojek online seharga Rp750.000 untuk mengantarnya menuju Sukabumi. Sesampainya di kota tujuan, H langsung mencari alamat rumah korban yang sudah diketahuinya sejak sebelumnya, saat ia mengirimkan satu unit sepeda untuk anak korban.
Eksekusi Penyiraman di TKP
Keesokan harinya, Kamis, 1 Mei 2025, sekitar pukul 04.00 WIB, H bersama YD sudah berada di gerbang perumahan kawasan Cibeureum, Sukabumi. Mereka menunggu kedatangan korban yang saat itu berkendara dengan sepeda motor.
Saat korban melintas, kedua terduga pelaku membuntuti menggunakan sepeda motor. Begitu mendapat kesempatan untuk mendekat dan menyalip, H yang dibonceng YD langsung menyiramkan satu kaleng air keras ke arah korban ibu dan anak itu. Usai melancarkan aksinya, keduanya langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
Penyelidikan Mendalam
Kepolisian saat ini terus menggali motif di balik serangan brutal tersebut, termasuk kemungkinan adanya dendam pribadi atau persoalan lain yang melatarbelakangi tindakan H. Barang bukti berupa wadah air keras dan sepeda motor yang digunakan pelaku telah diamankan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Sukabumi menyatakan bahwa kasus ini menjadi atensi khusus mengingat dampak fatal yang diderita korban, terutama luka bakar serius akibat cairan kimia berbahaya. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
[RED]













