POLDA SUMUT CIDUK ALPA PATRIA LUBIS, DALANG PENYERANGAN BRUTAL TERHADAP JAKSA DAN STAF KEJARI DELI SERDANG

POLDA SUMUT CIDUK ALPA PATRIA LUBIS, DALANG PENYERANGAN BRUTAL TERHADAP JAKSA DAN STAF KEJARI DELI SERDANG
banner 120x600

Medan, 26 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS

Tim Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menangkap Alpa Patria Lubis (43), pria yang diduga kuat sebagai otak di balik aksi pembacokan sadis terhadap Jhon Wesli Sinaga, seorang jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang, serta Acensio Silvanov Hutabarat, staf di institusi yang sama.

crossorigin="anonymous">

Penangkapan Alpa Patria Lubis dilakukan pada Sabtu (24/5/2025) sekitar pukul 23:00 WIB di kawasan Jalan Pancing, Medan. Tak hanya Alpa, pihak kepolisian juga telah lebih dulu meringkus rekannya, yakni Surya Darma alias Gallo, yang diduga sebagai pelaku eksekutor langsung di lapangan. Surya ditangkap di wilayah Binjai, Minggu dini hari, sekitar pukul 04:30 WIB.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, dalam konferensi persnya menyatakan bahwa Alpa Patria Lubis alias Kepot diduga merupakan aktor intelektual (mastermind) dari serangan kekerasan ini, sedangkan Surya Darma alias Gallo berperan sebagai pelaku utama (eksekutor) yang melaksanakan serangan fisik terhadap korban.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, Alpa Patria Lubis alias Kepot diketahui memegang jabatan penting di organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila, yakni sebagai Wakil Komando Inti (Koti) Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Galang, Deli Serdang,” jelas Irjen Whisnu, Minggu (25/5/2025).

Motif dari aksi kekerasan ini masih terus didalami penyidik. Namun, dugaan sementara mengarah pada sengketa pribadi maupun konflik internal yang berkaitan dengan jabatan dan pengaruh di wilayah tersebut. Polisi memastikan akan terus mendalami jaringan pelaku dan kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan aksi tersebut.

Barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam pembacokan, pakaian pelaku saat kejadian, serta alat komunikasi yang berkaitan dengan perencanaan serangan sudah diamankan oleh tim penyidik untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

Irjen Whisnu menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya dan tidak segan menindak siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu, termasuk bila ditemukan unsur keterlibatan organisasi masyarakat yang selama ini kerap disorot publik.

“Penegakan hukum harus ditegakkan secara profesional dan transparan. Kami minta masyarakat mempercayakan proses penyidikan kepada kami. Siapa pun yang bersalah, akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Whisnu.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga tengah memburu beberapa nama lain yang diduga terlibat atau mengetahui rencana serangan tersebut.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0