Jambi, 26 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Insiden tragis terjadi di Provinsi Jambi, di mana seorang anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) dilaporkan melakukan aksi kekerasan ekstrem terhadap seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hingga mengakibatkan kematian.
Peristiwa memilukan ini terjadi setelah terjadi perselisihan yang diduga melibatkan anggota ormas dan korban, seorang polisi yang saat itu tengah menjalankan tugasnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun RESKRIMPOLDA.NEWS dari sumber-sumber kepolisian, pelaku menghantam korban secara brutal menggunakan barbel—alat angkat beban yang biasanya digunakan untuk olahraga fitness—tepat mengenai bagian kepala, hingga membuat korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut keterangan resmi yang disampaikan pejabat Polda Jambi, korban diketahui bernama [nama korban belum dirilis], seorang personel aktif yang tengah bertugas dalam pengamanan wilayah. Sementara itu, pelaku yang merupakan anggota ormas [nama ormas belum dirilis] langsung diamankan oleh aparat usai kejadian untuk menghindari potensi amuk massa dan mengamankan proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku sudah kami tangkap dan saat ini sedang diperiksa intensif di Mapolda Jambi. Motif sementara masih didalami, apakah berkaitan dengan persoalan pribadi, tugas, atau ada pemicu lainnya,” ujar salah satu pejabat Polda Jambi kepada wartawan, Senin (26/5/2025).
Barang bukti berupa barbel besi yang digunakan pelaku untuk menghantam korban telah diamankan sebagai alat bukti utama dalam kasus ini. Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, termasuk anggota ormas lainnya yang berada di tempat saat insiden berlangsung.
Polda Jambi menyatakan akan menindak tegas pelaku kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa aparat negara, termasuk menelusuri apakah ada unsur keterlibatan pihak-pihak lain, baik dari internal ormas maupun dari luar, yang mungkin ikut terlibat atau memprovokasi peristiwa maut ini.
“Kami tidak akan mentoleransi tindakan main hakim sendiri, apalagi yang sampai menyebabkan korban jiwa. Anggota kami yang gugur dalam tugas adalah pahlawan, dan kami akan pastikan pelaku dihukum setimpal,” tegas pejabat kepolisian.
Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet mengecam aksi brutal yang dilakukan anggota ormas tersebut, sekaligus mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas ormas-ormas di daerah, terutama yang kerap terlibat dalam tindakan kekerasan atau main hakim sendiri.
[RED]













