Medan, Sumatera Utara, 25 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Aksi kekerasan brutal mengejutkan publik Sumatera Utara. Seorang jaksa senior dari Kejaksaan Negeri Deli Serdang, Jhon Wesli Sinaga, bersama staf tata usahanya, Acensio Silvanov Hutabarat, menjadi korban penyerangan sadis dengan senjata tajam yang dilakukan oleh sekelompok orang.
Subdirektorat III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara bergerak cepat menangkap dua pelaku utama yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan itu. Keduanya adalah Alpa Patria Lubis (43), yang dikenal dengan alias Kepot, serta Surya Darma alias Gallo.
Rangkaian Penangkapan dalam Waktu Singkat
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, dalam konferensi pers Minggu pagi, 25 Mei 2025, mengungkapkan bahwa Alpa Patria Lubis berhasil diamankan pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Jalan Pancing, Medan. Sementara Surya Darma alias Gallo dibekuk beberapa jam kemudian, tepatnya Minggu dini hari pukul 04.30 WIB, di daerah Binjai.
“Kurang dari 24 jam kedua terduga pelaku sudah kami tangkap di dua lokasi berbeda,” tegas Irjen Whisnu. Saat ini kedua pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Sumut guna mengungkap peran masing-masing serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Profil dan Peran Para Pelaku
Dari hasil penyelidikan sementara, Alpa Patria Lubis alias Kepot diduga kuat sebagai otak serangan. Ia diketahui menjabat sebagai Wakil Komando Inti (Koti) di organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli Serdang, sekaligus Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PP Kecamatan Galang.
Sedangkan Surya Darma alias Gallo diyakini sebagai eksekutor lapangan yang melancarkan pembacokan langsung terhadap kedua korban. Tim Jatanras Polda Sumut masih terus mengembangkan kasus ini untuk memburu pelaku lain yang mungkin terlibat.
Dugaan Motif: Permintaan Uang dalam Perkara Hukum
Meski kepolisian belum merilis motif resmi, informasi internal yang diperoleh RESKRIMPOLDA.NEWS menyebutkan bahwa aksi ini diduga bermula dari kekecewaan Alpa Patria Lubis terhadap korban. Diduga, Alpa kesal lantaran merasa sering dimintai sejumlah uang terkait tiga perkara hukumnya yang tengah bergulir di Kejari Deli Serdang, yakni kasus penganiayaan serta dua kasus perusakan.
Kapolda Sumut Irjen Whisnu mengonfirmasi indikasi awal ini, “Diduga ada unsur kekesalan karena masalah perkara yang ditangani korban.”
Kondisi Korban
Akibat serangan mendadak itu, Jhon Wesli Sinaga dan stafnya, Acensio Silvanov Hutabarat, mengalami luka-luka serius. Kedua korban kini tengah menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kejaksaan terkait kondisi terbaru para korban.
Seruan Kapolda dan Langkah Selanjutnya
Irjen Whisnu Hermawan menegaskan komitmen Polda Sumut untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar. “Tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan di wilayah hukum kami, apalagi yang menyasar aparat penegak hukum. Kami pastikan akan mengejar semua pihak yang terlibat,” tegasnya.
[RED]













