google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Enam Korporasi Nasional Tambah Investasi Strategis di Kawasan IKN Senilai Rp3,65 Triliun – Total Realisasi Investasi Capai Rp62,08 Triliun

Enam Korporasi Nasional Tambah Investasi Strategis di Kawasan IKN Senilai Rp3,65 Triliun – Total Realisasi Investasi Capai Rp62,08 Triliun
banner 120x600

Nusantara-Kalimantan Timur, 22 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS

Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali mengumumkan perkembangan signifikan dalam proses percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Enam entitas usaha dari sektor swasta telah menyatakan komitmen investasi dengan nilai kumulatif mencapai Rp3,65 triliun.

crossorigin="anonymous">

Pernyataan ini disampaikan secara resmi oleh Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Nusantara. Investasi tersebut meliputi sektor strategis seperti kuliner, perhotelan, pendidikan, ritel, konstruksi, serta pengembangan properti komersial dan residensial.

“Dengan penambahan ini, total investasi yang sedang berjalan di IKN kini mencapai Rp62,08 triliun yang berasal dari 42 perusahaan swasta nasional maupun internasional,” jelas Basuki.

Rincian Investasi Enam Perusahaan Swasta

  1. Sektor Kuliner – PT Solusi Harapan Nusantara
    Perusahaan kuliner nasional yang menaungi merek ternama seperti Bakoel Bamboe dan Katta Coffee & Kitchen akan membangun kawasan kuliner tematik modern di atas lahan seluas 1,8 hektare. Lokasi ini disiapkan untuk menjadi pusat gastronomi Nusantara, menyasar wisatawan, ASN, dan warga IKN.
  2. Sektor Perhotelan – PT Makmur Berkah Hotel (MBH)
    Anak perusahaan dari PT Makmur Berkah Amanda Tbk ini bekerja sama dengan jaringan global Marriott International untuk membangun hotel bintang lima di atas lahan seluas 2,04 hektare. Fasilitas perhotelan ini diharapkan menjadi ikon baru hospitality kelas dunia di jantung ibu kota negara.
  3. Sektor Pendidikan – PT Australia Independent School (AIS) Nusantara
    AIS Nusantara akan mendirikan institusi pendidikan berstandar internasional yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB). Fasilitas ini dirancang untuk menampung hingga 750 siswa dan berdiri di atas area seluas 7,9 hektare.
  4. Sektor Ritel – PT Maxi Nusantara Raya
    Pelaku ritel lokal asal Kalimantan Timur ini akan membangun pusat perbelanjaan modern dan zona kuliner dengan pendekatan arsitektur tropis dan ramah lingkungan di lahan seluas 0,21 hektare. Brand mereka antara lain Maxi Swalayan dan Maxi Lux.
  5. Sektor Konstruksi dan Properti – PT Kreasibeton Nusapersada
    Perusahaan ini akan mengembangkan kawasan multi-fungsi berupa apartemen, ruang perkantoran swasta, dan supermarket, di atas tanah seluas 9,342 hektare. Proyek ini dirancang untuk mendukung kawasan campuran antara bisnis, residensial, dan layanan masyarakat.
  6. Sektor Komersial – PT Daya Mulia Turangga
    PT Daya Mulia Turangga akan membangun gedung perkantoran dan ruang komersial modern di lahan seluas 2,88 hektare. Kawasan ini akan dilengkapi fasilitas terpadu dan berorientasi pada bisnis berkelanjutan.

Proyeksi dan Komitmen OIKN
Otorita IKN menegaskan bahwa seluruh investasi ini telah melalui proses seleksi administratif dan teknis yang ketat, serta berada dalam koridor rencana induk pengembangan IKN. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa seluruh investor mematuhi prinsip pembangunan hijau, berkelanjutan, inklusif, dan berbasis smart city.

“IKN bukan hanya simbol baru pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis inovasi dan kolaborasi sektor publik-swasta,” tambah Basuki.

Seluruh pembangunan diproyeksikan mulai berjalan pada paruh kedua tahun 2025, dengan prioritas percepatan sektor pendidikan dan akomodasi untuk mendukung kebutuhan ASN yang mulai berdinas di IKN pada awal 2026.

[REDAKSI]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0