PIDIE – ACEH, 22 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Aceh (Ditlantas Polda Aceh) memperkuat sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas serta menurunkan tingkat fatalitas korban di seluruh wilayah provinsi.
Kepala Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Dr. M. Iqbal Alqudusy, S.I.K., M.Si., memimpin langsung pelaksanaan Supervisi dan Asistensi Tahap I Tahun 2025, yang diselenggarakan di Mapolres Pidie, Kabupaten Pidie. Kegiatan strategis ini merupakan bagian integral dari program evaluatif dan pembinaan teknis yang dilaksanakan Ditlantas guna memperkuat implementasi sistem manajemen keselamatan jalan secara menyeluruh.
“Supervisi Asistensi ini adalah bentuk pengawasan menyeluruh yang bertujuan memastikan pelaksanaan program penanggulangan laka lantas dapat berjalan sesuai standar operasional, serta mendorong keterlibatan semua pihak dalam merumuskan langkah preventif secara kolaboratif,” tegas Kombes Iqbal di hadapan peserta kegiatan, Rabu (21/5/2025).
Keterlibatan Aktif Multi-Stakeholder
Turut hadir dalam forum ini adalah unsur Forkopimda dari Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, Bappeda, Jasa Raharja, dan unsur Satlantas Polres, yang secara bersama-sama membahas strategi peningkatan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan multidisiplin.
Diskusi teknis mendalam digelar untuk merumuskan tindakan korektif berbasis data kecelakaan, kondisi infrastruktur jalan, kesadaran pengguna jalan, hingga efektivitas penegakan hukum di lapangan.
Deklarasi Komitmen Bersama
Sebagai bentuk keseriusan dan langkah nyata, kegiatan ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Ikrar Bersama oleh Kapolres Pidie, Dirlantas Polda Aceh, serta perwakilan instansi dan masyarakat. Ikrar ini berisi komitmen kolektif untuk menurunkan angka kecelakaan serta memperkuat upaya preventif demi keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Dokumen Ikrar Bersama ini mencerminkan semangat kolaborasi antarlembaga, sekaligus menjadi landasan moral dan administratif untuk aksi nyata di lapangan,” tambah Kombes Iqbal.
Kecelakaan Lalu Lintas Masih Jadi Pembunuh Tertinggi di Aceh
Lebih lanjut, Kombes Iqbal menyampaikan keprihatinannya bahwa angka kejadian laka lantas dan tingkat kematian akibat insiden di jalan raya masih mendominasi sebagai penyebab utama hilangnya nyawa di Provinsi Aceh. Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa penanganan persoalan ini tidak dapat diserahkan kepada satu institusi saja.
“Kami meminta peran aktif pemerintah kabupaten/kota untuk terlibat langsung dalam strategi pencegahan, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pemenuhan rambu dan marka, hingga edukasi keselamatan kepada masyarakat,” ujarnya dengan nada serius.
Arah Kebijakan Keselamatan Berlalu Lintas ke Depan
Kombes Iqbal menyimpulkan bahwa kegiatan Supervisi dan Asistensi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, mempercepat implementasi kebijakan keselamatan jalan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam menangani risiko lalu lintas secara sistematis.
“Upaya kolektif ini harus dijalankan secara berkelanjutan, karena keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi kewajiban bersama seluruh elemen bangsa,” tutupnya.
[RED]













