google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Humas,Karang Taruna Desa Muntur Losarang Buka Suara Berantas Habis Calo Pengrekrutan Karyawan PT Fulling

Humas,Karang Taruna Desa Muntur Losarang Buka Suara Berantas Habis Calo Pengrekrutan Karyawan PT Fulling
banner 120x600

INDRAMAYU, 21 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Aroma tidak sedap tercium dari balik proses rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh PT. Food Packaging Jaya (sering disebut juga PT. Fuling) di kawasan industri Losarang. Tuduhan praktik percaloan dan pungutan liar mencuat ke permukaan, hingga membuat Ayong Suherman, Humas Karang Taruna Desa Muntur sekaligus Karang Taruna Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu angkat bicara dengan nada geram.

crossorigin="anonymous">

Ayong menyampaikan keprihatinannya terhadap proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai tidak transparan dan menimbulkan keresahan masyarakat.
Baca Juga: Sengaja Ditutup? Kronologi Lengkap Diduga Kematian Pekerja Proyek PT. Food Packaging Jaya Akhirnya Terkuak

“Saya merasa miris melihat pola rekrutmen seperti ini. Seharusnya perusahaan memberikan informasi yang jelas soal kuota, tahapan seleksi, dan memastikan bahwa tidak ada biaya administrasi sepeser pun,” ungkap Ayong dalam pernyataannya, Selasa 20 Mei 2025

Lebih mengejutkan lagi, Ayong mengaku telah menemukan sejumlah korban di berbagai desa di Kecamatan Losarang yang dipungut uang dengan nominal mencengangkan. “Ada yang dipinta Rp500 ribu, ada juga yang sampai Rp2,5 juta. Terakhir, kami temukan juga korban yang dipintai Rp700 ribu. Ini sangat tidak masuk akal,” tegasnya.

Dugaan percaloan ini diduga kuat dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku memiliki koneksi dengan pihak internal perusahaan. Mereka bahkan disebut-sebut menggunakan nama Karang Taruna untuk meyakinkan para pencari kerja.

“Kami tegaskan, Karang Taruna Desa Muntur maupun Kecamatan Losarang tidak pernah memungut biaya atau memfasilitasi rekrutmen berbayar,” imbuh Ayong dengan nada serius.
Ayong juga menyayangkan minimnya koordinasi dari pihak perusahaan. “Pada season pertama dulu, tidak ada pemberitahuan ke Pemdes soal rekrutmen ini.

Kami justru tahu setelah banyak warga mengeluh dan muncul korban. Saat itu, kami sampai mendampingi perwakilan desa bertemu langsung dengan Pak Camat,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Karang Taruna Desa Muntur dan Karang Taruna Kecamatan Losarang akan melakukan investigasi terhadap dugaan percaloan ini.
Ayong memastikan, jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, pihaknya siap menempuh jalur hukum. “Ini sudah menyangkut nama baik Karang Taruna dan martabat warga. Kami tidak akan tinggal diam,” ucapnya lantang.

Lebih lanjut, ia mendesak PT. Fuling untuk memberikan informasi resmi dan terbuka melalui kanal-kanal publik seperti media sosial atau pengumuman tertulis. “Jangan hanya by phone atau omongan lisan. Harus jelas bahwa rekrutmen itu gratis. Kalau perlu, bikin pernyataan tertulis yang disebar ke publik,” pintanya.
Ayong menilai, jika informasi ini tidak disampaikan secara masif dan tegas oleh perusahaan, maka celah percaloan akan terus dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. “Jangan beri ruang sedikit pun bagi oknum untuk menipu rakyat kecil dengan embel-embel kerja pabrik,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Ayong mengingatkan semua pihak agar tidak sembarangan membawa-bawa nama Karang Taruna untuk kepentingan pribadi. “Kami punya harga diri. Jangan coba-coba mencatut nama Karang Taruna untuk tipu-tipu. Kami akan lawan itu,” pungkasnya.


[REDAKSI – NONO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0