google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Polri  

Masyarakat Adat Moskona Dukung Penuh Pencarian IPTU Tomi di Medan Berat

banner 120x600

Reskrimpolda.news – Teluk Bintuni, 3 Mei 2025 — Masyarakat adat Moskona secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap operasi pencarian IPTU Tomi Samuel Marbun yang dipimpin kepolisian. Sikap ini disampaikan Wakil Kepala Suku Besar Moskona, mewakili sembilan distrik dan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, dan intelektual, dalam keterangan pers di Teluk Bintuni, Jumat (3/5).

“Kami serahkan sepenuhnya proses pencarian ini kepada Polda dan Mabes Polri. Dukungan datang dari Moskona Barat, Selatan, Utara, Timur, Masina, hingga Biscoff. Semua pihak harus berikan keleluasaan tim SAR bekerja profesional,” tegasnya. Pernyataan ini menguatkan legitimasi sosial operasi SAR tahap ketiga yang tengah menyisir kawasan hutan Moskona, dikenal berbukit dan berawa.

crossorigin="anonymous">

Tokoh adat itu menekankan kolaborasi antara masyarakat dan aparat sebagai kunci. Ia juga berharap cuaca mendukung serta keamanan warga terjaga selama pencarian. “Kami siap berdiskusi dengan Polres atau Polda jika diperlukan, demi solusi efektif bagi semua pihak,” tambahnya. Dukungan ini dinilai krusial mengingat medan operasi yang ekstrem dan risiko keterlambatan evakuasi.

Sejak tahap pertama, pencarian IPTU Tomi yang hilang saat bertugas pekan lalu menjadi sorotan. Upaya melibatkan helikopter, tim penyelam, dan pemetaan drone, namun terkendala luasnya area hutan serta cuaca tak menentu. Dukungan masyarakat adat diyakini mempercepat koordinasi, terutama dalam memetakan wilayah adat yang minim akses.

“Partisipasi masyarakat lokal adalah game changer. Mereka memahami medan dan budaya setempat,” ujar Koordinator SAR Gabungan, yang enggan disebutkan namanya. Hingga kini, pihak kepolisian belum merilis perkembangan terbaru, tetapi memastikan operasi akan diperluas ke zona rawa-rawa di distrik Moskona Timur.

Dukungan penuh ini juga meredam potensi gesekan antara aparat dan warga, yang kerap muncul dalam operasi serupa di wilayah adat. “Ini momentum baik untuk membangun kepercayaan. Semoga hasilnya maksimal,” harap seorang tetua adat di Moskona Barat.

(Red/Hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0