Tragedi di Serang: Ibu Rumah Tangga Ditemukan Meninggal di Atas Kasur, Suami Terikat dalam Karung, Dua Anak Disekap

Tragedi di Serang: Ibu Rumah Tangga Ditemukan Meninggal di Atas Kasur, Suami Terikat dalam Karung, Dua Anak Disekap
banner 120x600

Serang, Banten, 3 Juni 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga di wilayah Serang, Banten, pada Sabtu pagi (1/6/2025). Seorang ibu rumah tangga bernama Petry Sihombing, berusia 37 tahun, ditemukan tidak bernyawa di atas tempat tidur di kediamannya. Korban diduga tewas dalam kondisi mengenaskan dan belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya.(1/6/25)

crossorigin="anonymous">

Yang lebih mengejutkan, suami korban ditemukan dalam kondisi terikat di dalam karung, diduga kuat menjadi korban penyekapan. Tidak hanya itu, dua orang anak mereka turut menjadi korban, dengan kondisi terkunci dan disekap di dalam ruangan yang berbeda dalam rumah tersebut.

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah warga sekitar mencium aroma mencurigakan dari rumah korban yang tampak tidak berpenghuni selama beberapa hari. Warga kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polres Serang Kota yang datang ke lokasi menemukan korban perempuan telah meninggal dunia di atas kasur, sementara suaminya dalam keadaan lemas dan terikat, berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup.

Menurut keterangan awal dari kepolisian, indikasi adanya tindak kriminal seperti perampokan atau pembunuhan berencana sedang diselidiki secara intensif. Tim Identifikasi dan Forensik Polda Banten telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Kapolres Serang Kota, AKBP Andi Surya Dharma, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Kami sedang mendalami motif dan pelaku di balik kejadian ini. Korban jiwa satu orang, yaitu Ibu Petry Sihombing. Suami dan dua anak korban selamat dan kini dalam perlindungan serta pendampingan petugas,” ujarnya dalam konferensi pers singkat.

Kasus ini menjadi perhatian serius Polda Banten dan ditangani langsung oleh unit Reserse Kriminal Umum dengan dukungan tim psikolog untuk mendampingi anak-anak korban yang mengalami trauma berat akibat insiden tersebut.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0