Tersingkap! Sosok Dewi Astutik, Otak di Balik Upaya Penyelundupan 4 Ton Sabu dan Kokain ke Indonesia

Tersingkap! Sosok Dewi Astuti, Otak di Balik Upaya Penyelundupan 4 Ton Sabu dan Kokain ke Indonesia
banner 120x600

Jakarta, 29 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Nama Dewi Astutik mendadak mencuat dan menjadi sorotan utama dalam pengungkapan upaya penyelundupan besar-besaran narkotika jenis sabu dan kokain seberat lebih dari 4 ton ke wilayah Indonesia. Perempuan yang kini masuk dalam daftar buronan internasional itu diduga kuat sebagai otak sekaligus aktor utama di balik operasi sindikat narkoba lintas negara yang baru saja digagalkan aparat gabungan di perairan Kepulauan Riau.

crossorigin="anonymous">

Operasi ini berhasil menghentikan dua kapal besar yang diduga membawa muatan narkoba dari kawasan Asia Tenggara menuju perairan Indonesia. Dari hasil penyelidikan awal, kedua kapal ini terhubung dalam satu jaringan besar yang dikoordinasikan oleh Dewi Astutik, figur yang selama ini dikenal sebagai pemain lama dalam peredaran gelap narkotika internasional asal Indonesia.

“Kami menduga kuat kedua kapal tersebut beroperasi dalam jaringan Dewi Astutik. Jika hasil uji drug signature (profil kimia) yang saat ini sedang kami teliti menunjukkan kecocokan, maka keterkaitan dan benang merahnya akan semakin jelas,” tegas Komjen Pol Marthinus Hukom, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam konferensi pers khusus, Kamis (29/5/2025).

Sosok Misterius yang Ternyata Pemain Besar
Dewi Astutik bukanlah nama asing di telinga aparat penegak hukum. Perempuan yang selama ini bersembunyi di balik bayang-bayang pengusaha ekspor-impor itu telah lama dicurigai sebagai pengendali utama jaringan pengiriman narkoba dari Asia Tenggara menuju Indonesia. Beberapa operasi penegakan hukum sebelumnya sempat menyebut namanya, tetapi baru kali ini ada bukti konkret yang mengarah langsung padanya.

“Ini bukan jaringan kecil. Ini jaringan yang terstruktur rapi, memiliki jalur logistik internasional, dengan pengendalian dari pusat, dan Dewi Astuti diduga sebagai komandannya,” ujar nara sumber

Dua Kapal, Empat Ton Barang Haram
Penangkapan dua kapal besar di perairan Kepulauan Riau menjadi titik balik dalam membongkar modus operandi jaringan ini. Barang bukti yang disita sementara mencapai lebih dari 4 ton narkotika jenis sabu dan kokain, yang jika diedarkan diperkirakan bernilai triliunan rupiah. Selain barang bukti, aparat juga menahan belasan anak buah kapal (ABK) yang kini tengah diperiksa intensif.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kedua kapal menggunakan modus pengiriman lintas bendera (ship-to-ship transfer) untuk mengelabui patroli keamanan laut. Kapal-kapal ini diketahui berangkat dari salah satu pelabuhan kecil di Asia Tenggara dan berganti jalur di perairan internasional sebelum masuk ke zona ekonomi eksklusif Indonesia.

Jaringan Internasional, Jejak di Asia dan Eropa
Menurut Komjen Pol Marthinus Hukom, tim gabungan BNN, Polri, dan Bea Cukai saat ini bekerja sama dengan otoritas internasional untuk melacak aset, aliran dana, serta anggota jaringan lain yang terkait Dewi Astutik. Investigasi juga mencakup dugaan bahwa sindikat ini memiliki cabang operasi di Eropa dan Timur Tengah.

“Ini bukan hanya masalah nasional, ini masalah transnasional. Kami akan gunakan semua jalur kerja sama internasional untuk membongkar ini sampai ke akarnya,” tegas Marthinus.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0