PEGAWAI BANK INDONESIA DITEMUKAN MENINGGAL DIDUGA BUNUH DIRI LONCAT DARI HELIPAD GEDUNG BI JAKARTA PUSAT

PEGAWAI BANK INDONESIA DITEMUKAN MENINGGAL DIDUGA BUNUH DIRI LONCAT DARI HELIPAD GEDUNG BI JAKARTA PUSAT
banner 120x600

Jakarta, 27 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS

Insiden memilukan terjadi di lingkungan Bank Indonesia (BI) ketika seorang pegawai pria ditemukan tewas setelah diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari area helipad di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin pagi, 26 Mei 2025.

crossorigin="anonymous">

KONFIRMASI DARI POLISI
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP M. Firdaus, mengonfirmasi kabar ini. Ia menyatakan bahwa korban memang tercatat sebagai pegawai aktif BI. Aksi korban terekam jelas melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian, dan petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) begitu mendapat laporan.

“Benar, korban merupakan pegawai Bank Indonesia. Saat ini kami sedang mendalami latar belakang peristiwa ini untuk mengetahui motifnya,” ungkap AKBP Firdaus kepada awak media, Selasa (27/5/2025).

MASIH DALAM PENYELIDIKAN
Berdasarkan temuan awal di lapangan, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri. Namun, pihak kepolisian menegaskan belum dapat menarik kesimpulan final sebelum penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi selesai dilakukan. Sejumlah saksi dari internal BI sudah mulai dimintai keterangan untuk memperjelas kronologi sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

PIHAK BI BELUM BERIKAN PERNYATAAN RESMI
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Bank Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Tim dari BI terlihat berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menangani situasi di lokasi kejadian.

PENGINGAT AKAN PENTINGNYA KESEHATAN MENTAL
Tragedi ini kembali menyorot isu serius mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di lingkungan kerja yang penuh tekanan. Para pemerhati psikologi dan tenaga kerja menyerukan agar instansi, termasuk lembaga besar seperti BI, memperkuat dukungan dan fasilitas kesehatan mental bagi seluruh pegawainya.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0