Jakarta, 22 Mei 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menggelar Operasi Berantas Jaya 2025 selama 11 hari terakhir dengan hasil signifikan dalam penegakan ketertiban umum dan pemberantasan praktik premanisme di wilayah hukumnya.(21/5/2025)
Dalam operasi terpadu ini, jajaran kepolisian berhasil menurunkan dan menyita 405 unit atribut milik organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dianggap melanggar ketentuan hukum serta mengganggu estetika dan ketertiban umum. Atribut tersebut mencakup spanduk, bendera, papan nama, hingga baliho ormas yang terpasang secara ilegal di ruang publik.
Bekasi Kota Dominasi Penertiban Atribut Ormas
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa wilayah dengan jumlah penertiban atribut terbanyak berada di Kota Bekasi, yang selama ini menjadi salah satu daerah dengan tingkat aktivitas ormas yang cukup tinggi.
“Data sementara mencatat penertiban atribut ormas terbanyak dilakukan di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota,” ujar Kombes Ade Ary dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (20/5).
Adapun cakupan wilayah hukum Polda Metro Jaya meliputi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
2.406 Orang Diamankan dalam Operasi
Selain penertiban atribut, Operasi Berantas Jaya 2025 juga mencatat capaian penting lainnya, yakni dengan mengamankan sebanyak 2.406 individu yang diduga terlibat dalam berbagai aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Para terduga pelaku ini terdiri dari anggota ormas anarkis, debt collector ilegal, serta pelaku aksi tawuran antar kelompok pemuda.
“Seluruh individu yang diamankan telah menjalani proses pemeriksaan awal dan sebagian besar telah dipetakan peran serta keterlibatannya dalam tindakan melawan hukum,” lanjut Kombes Ade Ary.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah proaktif dan preventif yang dilakukan Polda Metro Jaya guna menjamin rasa aman di masyarakat menjelang momen strategis nasional, termasuk tahapan Pemilu dan berbagai agenda sosial-ekonomi lainnya.
Komitmen Tegakkan Hukum dan Jaga Stabilitas Wilayah
Operasi ini juga sejalan dengan komitmen Polri dalam menjaga supremasi hukum, mencegah intimidasi publik oleh kelompok tertentu, serta menertibkan aktivitas kelompok yang bertindak di luar batas kewenangan sipil.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menciptakan suasana kondusif, dengan melaporkan segala bentuk penyimpangan ormas atau praktik pemaksaan yang terjadi di lingkungan sekitar melalui kanal resmi kepolisian.
“Kami membuka ruang komunikasi dan koordinasi bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin mendukung ketertiban umum secara bersama-sama,” tutup Kombes Ade Ary.
[RED]













