HOME, Kota  

Skandal Obat Keras Jatikramat Terbongkar: Pengakuan Pengedar Sebut Nama Oknum Aparat dan “Uang Koordinasi”

banner 120x600

KOTA BEKASI, 16 April 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Aksi berani warga Kelurahan Jatikramat bersama sejumlah jurnalis di lapangan berhasil membongkar praktik peredaran obat keras golongan G yang selama ini meresahkan lingkungan. Dalam penggerebekan tersebut, seorang terduga penjual berinisial VJ ditangkap basah dan mengeluarkan pengakuan mengejutkan terkait “bekingan” di balik bisnis haramnya.

crossorigin="anonymous">

Nyanyian Pengedar: Upeti untuk Bimaspol dan Ormas
Bukan sekadar menjual obat tanpa izin, VJ secara terang-terangan mengaku bahwa aktivitasnya selama ini berjalan mulus karena adanya aliran dana atau “uang koordinasi”. Ia menyebutkan sejumlah oknum dari unsur Bimaspol serta oknum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tertentu turut menerima setoran agar bisnis yang merusak saraf pemuda Jatikramat ini tidak tersentuh hukum.

“Saya bayar koordinasi ke oknum Bimaspol dan ormas supaya bisa jualan tenang,” ungkap VJ saat diinterogasi warga dan awak media di lokasi.

Jaringan Terorganisir: Inisial RK dan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI
Tak berhenti di situ, VJ mengungkapkan bahwa ia hanyalah perpanjangan tangan dari seorang bandar besar berinisial RK. Yang lebih memprihatinkan, ia menyebut adanya keterlibatan oknum anggota TNI yang diduga kuat menjadi “tameng” atau pelindung utama (beking) dari jaringan distribusi obat-obatan terlarang ini.

Hal ini menjelaskan mengapa toko-toko berkedok kosmetik di wilayah Jatiasih seakan kebal hukum meskipun warga sudah berulang kali mengeluh.

Tuntutan Warga dan Pers: Bersihkan Jatikramat!
Menyikapi temuan ini, perwakilan warga Jatikramat bersama rekan-rekan wartawan menyatakan sikap tegas:

Mendesak Kapolres Metro Bekasi Kota dan Propam untuk segera memeriksa oknum Bimaspol yang disebut menerima upeti, guna membersihkan institusi Polri dari oknum pengkhianat masyarakat.

Meminta Denpom untuk turun tangan menyelidiki dugaan keterlibatan oknum TNI berinisial tersebut agar citra institusi militer tidak tercoreng oleh bisnis obat ilegal.

Tangkap Bandar Besar (RK): Polisi tidak boleh hanya menangkap pengecer kecil, tapi harus membongkar akar masalahnya, yaitu saudara RK.

Catatan untuk Konten Kreator & Media:
Informasi ini merupakan isu sensitif yang melibatkan institusi. Kami menyarankan untuk:

Viralitas: Bersuara! Gunakan potongan video pengakuan VJ untuk mendesak transparansi dari pihak kepolisian dan TNI.

Narasi: Fokus pada kutipan “Obat ini menghancurkan masa depan anak muda, tapi dilindungi oleh oknum yang seharusnya mengayomi.”

“Jangan biarkan rupiah dari bandar obat menutup mata hati para penegak hukum. Masa depan anak-anak Jatikramat tidak bisa ditukar dengan uang koordinasi!”

[RED – M.IFSUDAR]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0