Polda Riau Bongkar Pelangsiran Biosolar, Terungkap Jadi Penopang Utama Tambang Emas Ilegal di Kuansing

banner 120x600

Riau, 9 April 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Pengungkapan kasus pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis biosolar oleh Polda Riau menguak fakta krusial di balik maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Subsidi BBM diketahui menjadi “urat nadi” yang selama ini menopang operasional tambang ilegal tersebut.

crossorigin="anonymous">

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, menegaskan bahwa penindakan terhadap subsidi BBM merupakan bagian dari strategi untuk memutus

“Ini bukan sekadar pelanggaran distribusi, tetapi bagian dari mata rantai aktivitas ilegal yang lebih besar. Oleh karena itu, kami bergerak untuk memutus alurnya sejak dari hulu,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Kasus ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan sejak 4 April 2026. Tiga hari kemudian, tepatnya Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial MI di Jalan Sudirman Lintas

Saat diamankan, pelaku tengah mengangkut subsidi biosolar menggunakan mobil pikap Mitsubishi L300 yang telah dimodifikasi untuk kegiatan pelangsiran. Dari kendaraan tersebut, petugas menemukan 10 jerigen berisi BBM.

Perkembangan kasus kemudian mengarah ke pejabat di Dusun 2, Desa Pebaun Hulu. Di

Kasubdit IV Tipidter Polda Riau, AKBP Teddy Ardian, mengungkapkan bahwa melakukan modus operandi secara terorganisir, yakni dengan melakukan pengisian berulang di sejumlah SPBU serta mengganti pelat nomor kendaraan guna menghindari pengawasan petugas.

“BBM dipindahkan ke jerigen menggunakan pompa, kemudian disimpan di rumah sebelum dijual kembali,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sebagian besar subsidi biosolar tersebut disalurkan untuk mendukung aktivitas PETI, khususnya sebagai bahan bakar mesin dompeng yang menjadi alat utama dalam proses penambangan emas ilegal.

Polda Riau menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan yang lebih luas, sekaligus menindak tegas seluruh pihak yang terlibat

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0