Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi DKI Jakarta Gelar Diklat Lisensi Pelatih Taekwondo, 578 Peserta Ikuti Pembekalan Intensif di Velodrome

banner 120x600

Jakarta, 7 April 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Lisensi Pelatih Taekwondo se-DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya pelatih olahraga bela diri tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 578 peserta yang berasal dari para pelatih taekwondo di seluruh wilayah DKI Jakarta.

crossorigin="anonymous">

Peserta yang mengikuti diklat ini merupakan pelatih yang telah memenuhi persyaratan, yakni berusia minimal 17 tahun serta telah menyandang sabuk hitam (dan) satu. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan dipusatkan di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur.

Ketua Panitia Penyelenggara, Ahmad Nabil, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mencetak pelatih-pelatih taekwondo yang kompeten, profesional, serta mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas dan kualitas pelatih dengan memberikan wawasan serta ilmu-ilmu terbaru yang relevan dengan perkembangan olahraga taekwondo,” ujar Ahmad Nabil.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan sembilan materi pembelajaran yang disampaikan secara komprehensif oleh para narasumber berkompeten. Setiap materi diberikan dengan durasi kurang lebih dua jam, mencakup berbagai aspek penting dalam dunia pelatihan.

Adapun materi yang disampaikan meliputi psikologi olahraga, teknik kepelatihan, filosofi taekwondo, penanganan pertama pada cedera olahraga, pengembangan atlet jangka panjang, hingga strenght and conditioning, serta sejumlah topik pendukung lainnya yang krusial bagi peningkatan kualitas pelatih.

Materi coaching clinic taekwondo DKI Jakarta :

  1. Praktik kyurugi
    Pelatih 1
    Pelatih 2
  2. LTAD ( long term atlit developmen )
  3. Peraturan pertandingan
  4. Psikologi Olahraga
  5. Strength & conditioning
  6. Pertolongan cedera Olahraga
  7. Konsep Pelatih
  8. Program latihan
  9. Ass. Coach Arif

Ahmad Nabil menambahkan, pihak panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelatih di DKI Jakarta. Dengan pelatih yang semakin profesional dan berkompeten, diharapkan atlet-atlet yang dihasilkan juga memiliki kualitas unggul serta mampu bersaing dengan daerah lain dalam berbagai ajang kompetisi.

“Kami berharap ke depan kualitas pelatih semakin meningkat, sehingga output yang dihasilkan berupa atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun regional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program diklat ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jenjang yang lebih terstruktur, mulai dari tingkat dasar, madya, hingga utama. Selain itu, sistem lisensi juga akan dikembangkan secara bertahap, mulai dari lisensi C, kemudian meningkat ke lisensi B, hingga lisensi A.

Bapak Junaedi tanjung selaku Waketum 2 pengprov TI DKI Jakarta menyatakan bahwa “Pembekalan untuk seluruh pelatih sabuk hitam yg berada diwilayah jakarta dan sekitarnya harus memiliki atau menguasai sport sains karena melatih anak yang tumbuh kembang perlu mengusai ilmu ini agar tidak cedera dini.”

Dengan adanya program berkelanjutan ini, diharapkan ekosistem pembinaan taekwondo di DKI Jakarta semakin solid dan terarah, serta mampu mencetak atlet-atlet unggulan yang berdaya saing tinggi di masa mendatang.

para pelatih bukan cuma melatih tapi bisa membuat program latihan yg tepat sesuai umur peserta didik serta bisa membuat strategi dlm menghadapi pertandingan

[REDAKSI]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0