Rupiah Melemah ke Rp16.929 per Dolar AS, Dampak Ketegangan AS–Iran Tekan Pasar Keuangan Domestik

banner 120x600

Jakarta, 4 Maret 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp16.929 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (4/3/2026), mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong pergerakan harga minyak dunia serta penguatan dolar AS sebagai aset lindung nilai (safe haven).

crossorigin="anonymous">

Kondisi global yang tidak menentu membuat pelaku pasar cenderung mengalihkan dana ke instrumen berisiko rendah, termasuk dolar AS dan obligasi pemerintah AS. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.

Dampak terhadap Pasar Surat Utang dan Inflasi

Tekanan terhadap rupiah juga berdampak pada pasar obligasi domestik. Yield Surat Berharga Negara (SBN) dilaporkan mengalami kenaikan di hampir seluruh tenor, hal ini mencerminkan meningkatnya persepsi risiko dan aksi jual oleh investor.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah global berpotensi meningkatkan biaya impor energi Indonesia. Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap inflasi domestik akan semakin besar, terutama pada sektor:

  • Transportasi
  • Logistik dan distribusi
  • Pangan dan kebutuhan pokok

Kenaikan biaya energi memicu efek berantai terhadap harga barang dan jasa, mengingat ketergantungan sektor riil terhadap distribusi berbasis bahan bakar.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0