Bogor, 27 Januari 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Bencana tanah longsor menimpa kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat , pada Senin, 26 Januari 2026 , yang mengakibatkan 23 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut tertimbun material longsoran.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia menyampaikan bahwa dari total prajurit yang tertimbun, empat orang dinyatakan gugur , sementara 19 prajurit lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian .
Benar, terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor.Empat prajurit telah ditemukan dalam kondisi kematian dunia, sedangkan 19 personel lainnya masih belum ditemukan, ujar KSAL dalam keterangannya.
Pasca kejadian, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) segera dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi bencana.
Namun demikian, proses tersebut terjadi pada berbagai kendala di lapangan. Kontur medan yang terjal , akses jalan yang sempit, serta kondisi cuaca yang tidak stabil menjadi tantangan utama bagi petugas dalam upaya penelusuran korban.
KSAL menjelaskan bahwa penggunaan alat berat belum dapat dilakukan secara maksimal karena faktor cuaca dan keterbatasan akses menuju titik longsor.
“Alat berat saat ini belum memungkinkan untuk masuk ke lokasi akibat kondisi jalan dan cuaca. Oleh karena itu, pencarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, antara drone lain, perangkat thermal , serta anjing pelacak ,” jelasnya.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan secara intensif dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan, sambil berharap seluruh prajurit yang masih tertimbun dapat segera dikerahkan.
Pihak TNI Angkatan Laut menyatakan turut berduka cita atas gugurnya prajurit Korps Marinir yang mendalam dan memastikan penanganan maksimal terhadap korban serta keluarga yang ditinggalkan.
[RED]













