Jakarta, 30 September 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa upaya menanggulangi penyalahgunaan narkotika di Indonesia tidak dapat dilakukan oleh BNN seorang diri. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, tokoh masyarakat, hingga partisipasi langsung dari seluruh lapisan warga.
Komjen Suyudi menjelaskan, BNN RI sebagai garda terdepan dalam penanganan masalah narkotika terus mendorong kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, strategi pemberantasan narkotika tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum, tetapi juga menyentuh upaya pencegahan, edukasi, dan program rehabilitasi.
“Penyalahgunaan narkotika adalah ancaman serius yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kita butuh sinergi nyata antara aparat, pemerintah, tokoh agama, akademisi, hingga masyarakat. Pencegahan dan rehabilitasi merupakan langkah penting agar generasi bangsa bisa kembali menjalani kehidupan normal dan produktif,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa narkotika merupakan ancaman yang merusak masa depan bangsa, khususnya generasi muda. BNN RI mencatat banyak kasus penyalahgunaan yang melibatkan anak-anak hingga orang tua. Kondisi ini menunjukkan bahwa narkotika bukan hanya masalah hukum, tetapi juga persoalan sosial dan kemanusiaan yang berdampak luas.
“Jika dibiarkan, narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga menghancurkan keluarga, meruntuhkan moral, dan mengancam masa depan Indonesia. Karena itu, kita semua wajib bergerak bersama,” tambahnya.
Selain tindakan represif, BNN RI juga memberikan perhatian khusus terhadap program rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Upaya ini ditujukan agar korban penyalahgunaan narkotika tidak hanya pulih secara medis, tetapi juga mampu kembali berperan di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Kita ingin para penyalahguna yang direhabilitasi bisa kembali diterima, berkontribusi, dan menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat,” tegas Komjen Suyudi.
BNN RI berharap dengan adanya dukungan lintas sektor, Indonesia mampu memperkuat sistem pencegahan sekaligus mengurangi angka penyalahgunaan narkotika secara signifikan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba.
[RED]













