Tiga Kandidat Kuat Calon Kapolri: Suyudi Ario Seto, Wahyu Widada, dan Syahardiantono Masuk Bursa Suksesi Bhayangkara 1

banner 120x600

Jakarta, 23 September2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Menjelang berakhirnya masa jabatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bursa calon orang nomor satu di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mulai mengerucut. Setidaknya terdapat tiga nama perwira tinggi bintang tiga yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti, yakni Komjen Pol. Dr. Suyudi Ario Seto, Komjen Pol. Wahyu Widada, dan Komjen Pol. Syahardiantono.

crossorigin="anonymous">

Ketiga figur tersebut dinilai memiliki rekam jejak panjang, pengalaman strategis, serta kapasitas kepemimpinan di berbagai lini penugasan Polri. Berikut profil dan perjalanan karier masing-masing kandidat:

Komjen Pol. Dr. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.H.

  • Kelahiran: Pandeglang, Banten, 14 Juli 1973
  • Jabatan saat ini: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025
  • Latar belakang pendidikan:
    • Akpol (1994)
    • PTIK (2003)
    • SESPIMTI (2018)

Suyudi dikenal sebagai perwira yang berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelum dipercaya memimpin BNN, ia menjabat sebagai Kapolda Banten. Sebagai putra daerah Banten, Suyudi dianggap mampu membawa perspektif lokal sekaligus nasional dalam menjaga keamanan.

Komjen Pol. Wahyu Widada

  • Kelahiran: Yogyakarta, 11 September 1969
  • Lulusan Akpol 1991 – satu angkatan dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
  • Prestasi: Peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol)

Karier dan jabatan penting:

  • Kapolres Pekalongan (2008)
  • Sespri Kapolri (2009)
  • Kapolres Tangerang (2010)
  • Direskrimsus Polda Banten (2013)
  • Staf Kepresidenan (2015)
  • Wakapolda Riau (2018)
  • Kapolda Gorontalo (2019)
  • Kapolda Aceh (2020)
  • Asisten Kapolri Bidang SDM (2021)
  • Kabaintelkam Polri (2023)
  • Kabareskrim Polri (2023–2025)
  • Irwasum Polri (2025-Sekarang)

Wahyu dikenal memiliki rekam jejak cemerlang serta berulang kali dipercaya menduduki jabatan strategis, mulai dari level daerah hingga pusat. Kiprahnya dalam reformasi rekrutmen Polri yang bersih dan transparan pada 2017 juga menjadi salah satu catatan positifnya.

Komjen Pol. Syahardiantono

Perwira tinggi kelahiran Blora, Jawa Tengah, 2 Februari 1970 ini dikenal sebagai sosok dengan rekam jejak panjang di bidang reserse, serta keberanian dalam menangani kasus-kasus besar yang menjadi sorotan publik.

Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier

Syahardiantono merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991, satu angkatan dengan Kapolri saat ini, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kariernya di Polri banyak diwarnai dengan penugasan di sektor reserse yang membentuk reputasinya sebagai penyidik andal.

  • 2005: Kasat II Ditreskrim Polda Jawa Timur
  • 2008: Kapolres Kota Pasuruan, Polwil Malang Polda Jatim
  • 2010: Kapolres Pasuruan
  • 2011: Wadirreskrimsus Polda Jatim
  • 2012: Kasubdit VI Dittipideksus Bareskrim Polri
  • 2014: Dirreskrimsus Polda Kepulauan Riau
  • 2016: Widyaiswara Muda Sespimmen Sespim Lemdikpol Polri
  • 2017: Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimmen Sespim Lemdikpol Polri
  • 2018: Kabagpenum Divhumas Polri
  • 2019: Karo Pengelolaan Informasi dan Data (PID) Divhumas Polri

Karier Bintang Satu hingga Bintang Tiga

Syahardiantono memperoleh pangkat jenderal bintang satu (Brigjen) saat dipercaya menjadi Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri pada 2020. Setahun kemudian, ia naik menjadi Wakabareskrim Polri (2021).

Pada 2022, ketika publik dikejutkan dengan kasus pembunuhan yang menyeret Irjen Ferdy Sambo, Syahardiantono ditunjuk langsung sebagai Kadiv Propam Polri untuk menggantikan posisi tersebut. Penunjukan itu menunjukkan kepercayaan besar Kapolri terhadap integritasnya dalam menjaga marwah Polri.

Kariernya terus menanjak:

  • 2022: Kadiv Propam Polri
  • 2024: Kabaintelkam Polri
  • 2025 (Agustus): Kabareskrim Polri, menggantikan Komjen Wahyu Widada

Menariknya, hingga saat ini Syahardiantono menjadi salah satu perwira tinggi langka yang berhasil mencapai pangkat Komjen (bintang tiga) tanpa pernah menjabat sebagai Kapolda.

Prestasi dan Ketegasan di Lapangan

Syahardiantono dikenal sebagai perwira yang keras terhadap mafia sumber daya alam dan tindak pidana lingkungan. Beberapa catatan penting dalam kariernya antara lain:

  • Pemberantasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI): Saat menjabat Dirtipidter Bareskrim, Syahar berhasil mengungkap berbagai kasus pertambangan emas ilegal yang merusak lingkungan.
  • Kasus Illegal Logging di Kalimantan Tengah: Mengamankan 150 batang kayu bulat jenis meranti serta 6.586 batang kayu olahan dari kawasan hutan di Kabupaten Katingan.
  • Penyelundupan Benih Lobster: Menangkap Kusmianto alias Lim Swie King alias Aan, penyelundup 73.200 ekor benih lobster yang merugikan negara.
  • Penanganan Ujaran Kebencian: Mengusut kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo yang dilakukan Bahar bin Smith pada 2018.
  • Penangkapan Irjen Teddy Minahasa: Saat menjadi Kadiv Propam, Syahar menjadi orang yang langsung menjemput dan memeriksa Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa terkait kasus peredaran narkoba. Penangkapan ini menunjukkan ketegasannya dalam membersihkan institusi dari oknum perwira tinggi bermasalah.

Perjalanan jabatan:

  • Kasat II Ditreskrim Polda Jatim (2005)
  • Kapolres Kota Pasuruan (2008)
  • Kapolres Pasuruan (2010)
  • Wadirreskrimsus Polda Jatim (2011)
  • Kasubdit VI Dittipideksus Bareskrim Polri (2012)
  • Dirreskrimsus Polda Kepri (2014)
  • Widyaiswara Muda Sespimmen Lemdikpol (2016)
  • Kabagpenum Divhumas Polri (2018)
  • Karo PID Divhumas Polri (2019)
  • Dirtipidter Bareskrim (2020)
  • Wakabareskrim (2021)
  • Kadiv Propam Polri (2022)
  • Kabaintelkam Polri (2024)
  • Kabareskrim Polri (Agustus 2025 – sekarang)

Syahar, begitu ia akrab disapa, pernah mengemban tugas berat sebagai Kadiv Propam Polri pada 2022 menggantikan Ferdy Sambo, di tengah sorotan publik terhadap integritas internal Polri. Rekam jejaknya menunjukkan konsistensi dalam penegakan hukum dan pengawasan internal.

Peta Suksesi Kapolri

Ketiga nama ini dinilai sebagai figur dengan rekam jejak bersih, pengalaman luas, serta kedekatan strategis dengan Presiden maupun internal Polri. Keputusan akhir terkait siapa yang akan menjadi Kapolri selanjutnya (Bhayangkara 1) akan ditentukan melalui mekanisme politik di DPR setelah diajukan Presiden.

Apapun hasilnya, publik menaruh harapan besar agar Kapolri berikutnya mampu:

  • Menguatkan profesionalisme Polri
  • Meningkatkan kepercayaan publik
  • Menjamin tegaknya hukum tanpa pandang bulu
  • Membenahi kultur organisasi yang transparan dan humanis

[TIMSUS REDAKSI RESKRIMPOLA.NEWS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0