SIDOARJO, 6 Oktober 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Jumlah korban meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terus bertambah. Hingga Minggu malam, tercatat 53 orang meninggal dunia, termasuk di antaranya lima bagian tubuh (body part) yang berhasil ditemukan tim SAR.
Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan bahwa pencarian korban pada Minggu berlangsung sejak dini hari hingga pukul 23.50 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, tim berhasil mengevakuasi 27 korban, empat di antaranya dalam kondisi tidak utuh (body part).
“Dengan penemuan terbaru ini, jumlah total yang berhasil dievakuasi tim SAR mencapai 157 korban, terdiri dari 104 korban selamat dan 53 korban meninggal dunia. Proses pencarian dilakukan di sektor A1, A2, A3, dan A4,” ungkap Emi.
Fokus Evakuasi di Sisi Utara Bangunan
Hingga Minggu malam, operasi SAR masih terus berlangsung. Tim gabungan memfokuskan upaya pembersihan puing-puing dan evakuasi di sisi utara bangunan, khususnya pada bagian yang tidak menyatu dengan struktur utama.
“Evakuasi masih berjalan. Fokus pembersihan saat ini berada di sektor utara, di area bangunan yang strukturnya terpisah dari konstruksi utama,” tambah Emi.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (29/9/2025) sore, ketika gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Ponpes Al Khoziny mendadak ambruk. Ratusan santri dan warga yang berada di lokasi tertimpa reruntuhan, menimbulkan jatuhnya korban dalam jumlah besar.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan Islam di Sidoarjo, sekaligus menjadi peringatan serius terkait aspek keselamatan konstruksi bangunan publik yang menampung banyak orang.
[RED]













