JAKARTA, 21 Mei 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menyampaikan bahwa Kecamatan Kramat Jati tercatat sebagai wilayah dengan angka tertinggi penangkapan pelaku aksi premanisme selama pelaksanaan Operasi Berantas Jaya Tahun 2025.
Operasi kepolisian yang digelar selama hampir dua pekan, mulai 9 hingga 20 Mei 2025, merupakan bagian dari agenda strategis Polda Metro Jaya dalam rangka meningkatkan keamanan dan menekan angka gangguan ketertiban sosial, khususnya di kawasan urban padat aktivitas ekonomi seperti Jakarta Timur.
Penangkapan Massal Pelaku Premanisme
Dalam periode tersebut, sebanyak 157 orang terduga pelaku premanisme berhasil diamankan oleh jajaran personel Polres Metro Jakarta Timur. Mereka ditangkap karena diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli), pemerasan, hingga intimidasi terhadap warga dan pelaku usaha lokal, yang kerap mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Wilayah Kramat Jati menjadi fokus utama kami karena berdasarkan pengamatan dan laporan dari masyarakat, area tersebut kerap menjadi lokasi aktivitas preman yang meresahkan. Para pelaku kami amankan di berbagai titik seperti terminal, pasar tradisional, hingga lokasi proyek konstruksi,” ujar Kombes Pol Nicolas dalam konferensi pers di Mapolres Jaktim, Rabu (21/5/2025).
Pendekatan Taktis dan Humanis
Kombes Nicolas menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam pelaksanaan operasi ini, namun tetap bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat luas. Dari 157 orang yang ditangkap, sebagian besar merupakan residivis dan pelaku berulang yang sebelumnya telah terlibat kasus serupa.
Beberapa dari mereka langsung diproses hukum karena terbukti membawa senjata tajam, melakukan kekerasan, atau tertangkap tangan melakukan pemerasan. Sementara itu, pelaku lain yang tidak ditemukan unsur pidana berat diarahkan untuk menjalani pembinaan di tingkat Polsek dan Satbinmas.
Imbauan Kepada Masyarakat
Kapolres Metro Jaktim juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan praktik premanisme, pungli, atau bentuk intimidasi lainnya di lingkungan masing-masing. “Peran aktif warga sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari aksi premanisme,” tambahnya.
[RED]













