Reskrimpolda.news – Bontang, 19 April 2025 – Aksi Heru Triatmojo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, yang diduga memblokir kontak wartawan saat dimintai konfirmasi terkait hasil uji laboratorium dugaan pencemaran limbah, memantik kecaman dari berbagai kalangan. Insiden ini dinilai mengancam transparansi publik, terutama dalam kasus dugaan pencemaran oleh PT Energi Unggul Persada (EUP) yang diduga menyebabkan kematian ribuan ikan di perairan setempat.
Menurut sejumlah sumber, upaya wartawan untuk memverifikasi hasil uji laboratorium DLH justru berakhir dengan pemblokiran nomor telepon oleh Heru. Langkah ini dianggap sebagai upaya sistematis membungkus informasi krusial di tengah sorotan publik. “Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan sikap antipati terhadap hak masyarakat atas informasi,” tegas Juru Kampanye Lingkungan LSM Bontang Hijau, Ahmad Faisal.
Kasus pencemaran limbah PT EUP sendiri telah menjadi perhatian sejak laporan warga mengenai ribuan ikan mati di kawasan pesisir Bontang pekan lalu. Masyarakat menuntut kejelasan apakah limbah perusahaan terkait menjadi penyebabnya. Namun, ketiadaan respons terbuka dari DLH justru memicu spekulasi dan ketidakpercayaan.
Aliansi Jurnalis Bontang (AJB) mengecam tindakan Heru sebagai pelanggaran terhadap UU No. 40/1999 tentang Pers, yang menjamin hak wartawan dalam mengakses informasi publik. “Menghambat kerja jurnalis sama saja dengan mengubur akuntabilitas. Ini preseden buruk bagi demokrasi,” ucap Koordinator AJB, Dian Pertiwi.
Sampai berita ini diturunkan, DLH Bontang belum memberikan pernyataan resmi. Heru Triatmojo juga tidak merespons upaya konfirmasi melalui kanal komunikasi lainnya. Publik kini menanti tindakan follow-up dari pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengungkap fakta di balik polemik ini.
Ahli Hukum Lingkungan Universitas Mulawarman, Dr. Rina Wijayanti, mengingatkan bahwa pembatasan akses informasi publik dalam kasus lingkungan bisa berimplikasi hukum. “Transparansi adalah kunci dalam penegakan hukum lingkungan. Menutup data hanya memperkeruh situasi,” tegasnya.
(Red/Hsn)













