Polri  

Kapolri Rotasi 5 Jenderal Polisi, Wakil Kepala BIN Kembali ke Bareskrim

banner 120x600

Reskrimpolda.news – Jakarta, 14 April 2025 – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak sejumlah jabatan strategis dalam tubuh Polri melalui rotasi Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Kebijakan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/688/IV/KEP./2025 tertanggal 13 Maret 2025, yang ditandatangani Asisten SDM Polri Irjen Pol. Anwar.

Rotasi ini melibatkan lima jenderal berpengaruh, termasuk Komjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, yang sebelumnya bertugas sebagai Wakil Kepala BIN. Agung kini dipindahkan ke jabatan Pati Bareskrim Polri. Sementara Komjen Pol. Imam Sugianto, yang semula menjabat Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops), dipersiapkan untuk penugasan luar struktur. Posisinya digantikan Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, mantan Kapolda Jawa Barat.

crossorigin="anonymous">

“Mutasi dan rotasi adalah proses alamiah di organisasi untuk meningkatkan kinerja dan pemerataan pengalaman tugas,” tegas Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (14/4).

Jabatan Kapolda Jabar yang ditinggalkan Wiyagus kini diisi Irjen Pol. Rudi Setiawan, yang sebelumnya menduduki posisi Deputi Bidang Penindakan KPK. Pergeseran juga terjadi di lingkup Staf Ahli Kapolri, di mana Irjen Pol. Aries Syarief Hidayat—semula Staf Ahli Bidang Sosial Budaya—dipindahkan ke posisi persiapan pensiun. Penggantinya, Brigjen Pol. Kumbul Kusdwijanto Sudjadi, sebelumnya Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK.

Rotasi ini dinilai sebagai upaya Kapolri menyegarkan kepemimpinan institusi sekaligus mengoptimalkan kinerja di tengau isu strategis, seperti koordinasi dengan lembaga seperti BIN dan KPK. Posisi luar struktur yang disebutkan dalam telegram juga mengisyaratkan potensi penugasan khusus bagi perwira senior.

“Tour of duty area menjadi pertimbangan utama untuk memastikan setiap petugas memiliki perspektif luas dalam pengambilan keputusan,” tambah Trunoyudo.

Kebijakan ini diharapkan memperkuat sinergi antarlembaga, terutama dengan mengintegrasikan pengalaman pejabat yang pernah bertugas di BIN dan KPK ke dalam tubuh Polri.

(Red/Hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0