Sumatera Barat, 13 Januari 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Anggota DPR RI Andre Rosiade memastikan seluruh aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Sumatera Barat akan segera dihentikan. Penutupan tambang liar tersebut ditargetkan rampung paling lambat dalam dua hari ke depan sebagai bagian dari langkah tegas penegakan hukum dan perlindungan lingkungan.
Melalui pernyataan resminya, Andre menegaskan bahwa penertiban dilakukan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Ia menyampaikan bahwa wilayah Pasaman dan Pasaman Barat telah lebih dahulu dilakukan penutupan, sementara daerah lain seperti Sijunjung dan Solok Selatan akan segera menyusul untuk ditertibkan.
“Paling lama dua hari ke depan, seluruh tambang liar di Sumbar ditutup,” tegas Andre dalam keterangannya.
Andre mengungkapkan, langkah tegas tersebut merupakan hasil komunikasi langsung yang dilakukannya dengan Kapolda Sumatera Barat pada pagi hari. Menurutnya, jajaran kepolisian siap mengambil tindakan konkret terhadap seluruh aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai telah merusak lingkungan, mengancam keselamatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian negara.
Tidak hanya sebatas penutupan lokasi tambang, Andre menekankan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara komprehensif. Aparat penegak hukum, kata dia, akan menindak seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelaku di lapangan hingga pihak-pihak yang berada di balik aktivitas tersebut.
“Bukan hanya operator di lapangan, tetapi pemodal dan pemilik alat berat juga harus diproses secara hukum,” ujarnya menegaskan.
Andre berharap, penertiban ini menjadi momentum serius untuk mengakhiri praktik pertambangan ilegal di Sumatera Barat. Ia juga menilai langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera, sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, taat hukum, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
[RED]













