Jakarta, 24 Maret 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Pemerintah mulai menerapkan langkah penghematan energi sebagai respon terhadap kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk kegiatan pendidikan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa efisiensi strategi juga diterapkan pada operasional gedung perkantoran serta institusi pendidikan, termasuk sekolah.
Salah satu kebijakan yang akan diterapkan mulai April 2026 adalah penyesuaian metode pembelajaran dengan menggabungkan sistem daring (online) dan luring (tatap muka), disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.
“Untuk menjaga kualitas pendidikan, kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka,” ujar Pratikno dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi tersebut tidak akan mengganggu proses belajar mengajar maupun pelayanan publik lainnya.
Menurutnya, pemerintah telah menyusun strategi penghematan berbasis data dengan mempertimbangkan pengalaman dalam pengaturan mobilitas dan aktivitas masyarakat pada masa pandemi COVID-19.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi energi nasional dan keberlangsungan layanan pendidikan yang optimal, sehingga kualitas pembelajaran tetap terjaga di tengah tantangan global.
[RED]













