BNN RI Bersama Polda Bali dan Bea Cukai Bongkar Pabrik Narkoba Tersembunyi di Vila Gianyar, WN Rusia Ditangkap

banner 120x600

GIANYAR, 7 Maret 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Polda Bali, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil mengungkap dan mengungkap sebuah pabrik rahasia narkotika yang beroperasi di sebuah vila di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali.

crossorigin="anonymous">

Penggerebekan tersebut berlangsung pada Jumat dini hari (6/3/2026) di Villa De Bale Mercapada yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang perempuan warga negara asing asal Rusia bernama Natalia (30) yang diduga terlibat dalam aktivitas produksi narkotika sintetis.

Operasi penindakan ini dipimpin oleh Kombes Pol Lilik Tribhawono. Dari hasil penyelidikan sementara, lokasi tersebut diduga kuat dijadikan sebagai laboratorium rahasia atau pabrik narkoba tersembunyi untuk memproduksi narkotika sintetis jenis mephedrone.

Saat tim gabungan melakukan penggerebekan dan penggeledahan di lokasi, Natalia ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Perempuan tersebut berada di dalam vila yang berada di kawasan organisasi padat penduduk.

Laboratorium Rahasia Beroperasi di Dalam Kamar Vila

Hasil penggeledahan yang dilakukan petugas mengungkap fakta mengejutkan terkait aktivitas ilegal yang terjadi di dalam bangunan tersebut.

Tim menemukan sejumlah jerigen berisi cairan kimia yang disimpan langsung di dalam kamar yang diduga digunakan sebagai ruang produksi narkotika.

Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tim Laboratorium Forensik BNN, cairan kimia tersebut teridentifikasi sebagai cannabinoid sintetis yang merupakan salah satu bahan dalam pembuatan narkotika sintetis.

Selain bahan baku utama, aparat juga menyita berbagai zat kimia lain yang diduga digunakan dalam proses produksi narkoba. Diantaranya metanol, etil asetat, metilamin, asam hidrobromat, hingga asam sitrat.

Tidak hanya bahan kimia, petugas juga menemukan berbagai peralatan laboratorium profesional yang biasa digunakan dalam proses sintesis zat kimia.

Peralatan yang diamankan antara lain tabung erlenmeyer, timbangan digital presisi, alat suntik atau alat suntik, laboratorium filter, masker respirator, serta perangkat pengering yang diduga digunakan dalam tahap akhir proses produksi.

Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan oleh tim gabungan untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut oleh laboratorium forensik.

Saat ini, aparat masih melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan yang diduga berada di balik operasional laboratorium narkoba tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain serta jalur peredaran narkotika yang diproduksi di lokasi tersebut.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0