Subang, 26 Februari 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Menanggapi pemberitaan dari awak media Reskrimpolda News terkait maraknya penjualan obat-obatan jenis tramadol dan exsimer di wilayah Kecamatan Purwadadi, Kapolsek Purwadadi AKP Asep Suhendar memberikan tanggapan tegas.
Kapolsek Purwadadi AKP Asep Suhendar menyampaikan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menerima pengaduan dari masyarakat terkait aktivitas penjualan obat-obatan tersebut. Namun, saat dilakukan penggerebekan di lokasi yang diinformasikan, kerap kali tidak ditemukan adanya aktivitas transaksi maupun barang bukti di tempat.
“Kami sudah sering menerima laporan dari masyarakat. Namun saat akan dilakukan penggerebekan, di lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kegiatan penjualan obat-obatan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media Reskrimpolda News melalui pesan WhatsApp.
Meski demikian, dirinya menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihak kepolisian telah mengantongi sejumlah titik lokasi beserta koordinat yang diduga menjadi tempat transaksi penjualan tramadol dan exsimer.
Dalam waktu dekat, jajaran Polsek Purwadadi akan melakukan penyisiran dan pendalaman guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kami akan melakukan penyisiran di lokasi yang sudah kami kantongi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera kami tindak lanjuti dan menangkap para pelaku,” tegasnya.
Di tempat terpisah, salah satu warga yang mengaku berasal dari Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengapresiasi adanya pemberitaan ini. Menurutnya, di bulan suci Ramadan seharusnya tidak ada lagi aktivitas yang dapat merusak moral generasi muda.
“Ini kan bulan Ramadan, bulan yang suci. Kenapa justru penjualan obat-obatan seperti tramadol dan exsimer begitu marak,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang tokoh agama setempat. Ia menilai peredaran obat-obatan tersebut sangat meresahkan karena berdampak negatif terhadap perilaku generasi muda.
“Obat-obatan ini bisa merusak generasi muda. Dampaknya sudah terlihat, mulai dari kurangnya rasa hormat kepada orang yang berpuasa, maraknya perang sarung, hingga berbagai tindakan negatif lainnya,” ujarnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan konsisten dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang tersebut, terlebih di momentum bulan suci Ramadan, demi menjaga ketertiban dan moralitas generasi muda di wilayah Purwadadi dan sekitarnya.
(Red-TH).















