Jakarta, 3 Februari — RESKRIMPOLDA.NEWS
Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang dirilis secara resmi oleh Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) , tercatat terdapat 21 negara yang hingga saat ini berstatus sebagai kreditur bilateral Indonesia . Negara-negara tersebut memberikan pembiayaan dalam bentuk pinjaman luar negeri yang digunakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan, stabilitas fiskal, serta kebutuhan sektor publik dan swasta nasional.
Mengacu pada data periode tahun 2025 , berikut merupakan daftar negara pemberi utang terbesar kepada Indonesia :
- Singapura
Menempati peringkat pertama sebagai negara dengan nilai pinjaman terbesar kepada Indonesia, baik melalui jalur pemerintah maupun sektor keuangan dan swasta. - Amerika Serikat
Hingga Maret 2025 , Amerika Serikat tercatat menyalurkan pinjaman ke Indonesia dengan nilai mencapai US$ 27,83 miliar , menjadikannya salah satu kreditur utama. - Jepang
Jepang tetap menjadi mitra strategis dan salah satu pemberi pinjaman terbesar, khususnya untuk pembiayaan proyek infrastruktur dan pengembangan sektor publik. - Republik Rakyat Tiongkok (China)
Total pinjaman dari China kepada Indonesia tercatat sebesar US$ 23,04 miliar hingga Maret 2025, terutama untuk proyek pembangunan dan kerja sama investasi strategis. - Jerman
Negara ini termasuk dalam jajaran kreditur utama Indonesia, dengan fokus pendanaan pada sektor pembangunan berkelanjutan dan kerja sama ekonomi. - Hong Kong
Berperan sebagai salah satu sumber pembiayaan luar negeri yang signifikan, khususnya bagi sektor swasta dan lembaga keuangan di Indonesia. - Prancis
Merupakan salah satu negara Eropa yang memberikan kontribusi pinjaman cukup besar, terutama dalam sektor energi, transportasi, dan pembangunan. - Belanda
Memiliki hubungan kredit bilateral yang telah terjalin lama dengan Indonesia dan tetap konsisten sebagai negara pemberi pinjaman. - Korea Selatan
Sebagai mitra strategi ekonomi, Korea Selatan termasuk dalam daftar kreditur tetap Indonesia, terutama di bidang industri dan teknologi. - Inggris
Inggris secara berkelanjutan berada di peringkat 10 besar negara pemberi utang kepada Indonesia.
Secara agregat, total Utang Luar Negeri Indonesia pada kuartal III tahun 2025 tercatat sebesar US$ 424,4 miliar , angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya . Pemerintah menilai struktur utang luar negeri Indonesia masih berada dalam kondisi terkendali dan berkelanjutan , dengan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di kisaran 29,3 persen pada Oktober 2025 .
Rasio tersebut masih berada dalam batas aman sesuai standar internasional, serta mencerminkan pengelolaan utang yang bijaksana, terukur, dan berorientasi pada stabilitas ekonomi nasional .
[RED]













