Jakarta, 14 Januari 2026 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (China) secara resmi menandatangani 16 proyek strategis investasi dengan nilai total mencapai sekitar Rp36,4 triliun . Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi bilateral serta memperluas kolaborasi strategi antara kedua negara.
Kesepakatan investasi ini mencakup berbagai sektor industri prioritas , antara lain industri logam dasar, industri makanan dan minuman, tekstil, teknologi drone, baterai kendaraan listrik, hingga pengembangan kecerdasan buatan (kecerdasan buatan) . Proyek-proyek tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan industri nasional dan meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia di tingkat global.
Investasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok nasional , memperluas lapangan kerja, serta mendorong alih teknologi dan peningkatan nilai tambah industri dalam negeri. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem industri berbasis teknologi dan inovasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto , menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan hal yang tidak penting dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok.
“Ini benar-benar merupakan tonggak penting yang menunjukkan bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara semakin terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi perusahaan-perusahaan di kedua negara serta memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Indonesia dan Tiongkok,” ujar Airlangga Hartarto.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga kerja sama strategis ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat.
[RED]













