JARINGAN NARKOTIKA KAKAP ACEH–MEDAN TERBONGKAR, PENGIRIMAN 199,5 KG SABU DALAM KEMASAN KOPI DAN SEMANGKA DIUNGKAP BNN

JARINGAN NARKOTIKA KAKAP ACEH–MEDAN TERBONGKAR, PENGIRIMAN 199,5 KG SABU DALAM KEMASAN KOPI DAN SEMANGKA DIUNGKAP BNN
banner 120x600

JAKARTA, 5 Agustus 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Operasi pengungkapan sindikat narkotika lintas provinsi oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) membuahkan hasil signifikan. Sebuah jaringan peredaran narkoba berskala besar yang selama ini beroperasi diam-diam di jalur Aceh–Medan berhasil diurai. Nama Mualim, sosok yang selama ini dikenal sebagai pengendali utama di balik alur distribusi sabu-sabu, kini resmi menjadi target utama investigasi setelah keterlibatannya terkuak dalam kasus penyelundupan hampir 200 kilogram sabu.

crossorigin="anonymous">

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat BNN RI, Jakarta, Selasa (30 Juli 2025), Brigadir Jenderal Polisi Drs. Toriq Triyono, M.Si., selaku Direktur Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti Deputi Pemberantasan BNN, menjelaskan bahwa jaringan ini menggunakan skema penyamaran yang sangat terencana dan unik.

“Kami berhasil menyita 199,5 kilogram sabu yang dikemas dalam 200 bungkus kopi Arabica merek Cote d’Ivoire, kemudian ditutupi dengan tumpukan buah semangka segar di dalam satu unit kendaraan. Ini adalah modus kamuflase logistik yang cukup canggih, tetapi berhasil kami deteksi berkat sinergi intelijen dan pengawasan ketat,” tegas Brigjen Toriq.

Operasi penindakan dilakukan pada 21 Juli 2025 di Jalan Raya Lintas Aceh–Medan, tepatnya di wilayah Keude Sampoiniet, Kabupaten Aceh Utara. Dalam operasi tersebut, seorang tersangka berinisial SF yang berperan sebagai kurir ditangkap saat mengendarai kendaraan bermuatan narkotika yang telah dikemas sedemikian rupa.

Pemeriksaan lanjutan terhadap SF mengungkap satu nama sentral yang selama ini beroperasi di bawah radar: Mualim. Ia diduga kuat merupakan koordinator utama sindikat, yang memiliki peran sebagai pengatur rute distribusi, pelaku rekayasa penyamaran muatan, hingga penentu pola transaksi antar-provinsi.

“Nama Mualim bukan asing bagi penyidik kami. Ia telah lama menjadi tokoh bayangan dalam jaringan ini. Namun dengan temuan terbaru ini, kami semakin dekat dengan jaring pengendalinya,” ujar Brigjen Toriq menambahkan.

Pengungkapan modus “semangka” ini membuktikan bahwa jaringan narkoba tidak berhenti berinovasi dalam menyamarkan aktivitas ilegal mereka. Namun demikian, BNN memastikan strategi pemberantasan juga terus bertransformasi, baik dari segi teknologi deteksi, manuver intelejen, maupun pendekatan hukum.

“Jaringan ini berkembang secara dinamis, dan setiap keberhasilan mereka menyusup harus dijawab dengan peningkatan taktik penindakan yang lebih responsif dan presisi,” kata Toriq.

Sepanjang periode Juni hingga Juli 2025, BNN mencatat hasil signifikan dalam upaya pemberantasan narkotika:

  • 84 kasus terungkap di berbagai provinsi,
  • ratusan tersangka diamankan,
  • dan lebih dari 500 kilogram narkoba berhasil disita, sebagian besar berupa sabu dan ekstasi yang diduga berasal dari jaringan lintas negara.

Dengan bukti kuat serta kesaksian dari tersangka SF, Mualim kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menjadi prioritas nasional dalam operasi pemberantasan narkotika BNN. Upaya pengejaran terus dilakukan, termasuk koordinasi lintas instansi dan pengawasan terhadap jalur distribusi di wilayah barat Indonesia.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0