Cekcok Berujung Penusukan, Sopir Truk Asal Dharmasraya Luka Parah Diserang Sekelompok Orang di Sarolangun

Cekcok Berujung Penusukan, Sopir Truk Asal Dharmasraya Luka Parah Diserang Sekelompok Orang di Sarolangun
banner 120x600

SAROLANGUN, 27 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

Sebuah insiden kekerasan jalanan kembali terjadi dan memicu keprihatinan publik. Pada Selasa, 22 Juli 2025, seorang pengemudi truk asal Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menjadi korban penyerangan brutal yang terjadi di wilayah Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

crossorigin="anonymous">

Peristiwa ini dipicu oleh adu mulut yang bereskalasi menjadi konfrontasi fisik antara korban dengan sekelompok individu yang belum diketahui identitas lengkapnya. Dalam tayangan video yang beredar luas di media sosial, tampak jelas salah satu pelaku membawa dan menggunakan senjata tajam jenis pisau, yang kemudian digunakan untuk menikam korban secara membabi buta.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk serius di bagian tangan dan punggung, yang menyebabkan pendarahan cukup hebat. Korban yang diketahui seorang sopir truk ekspedisi, langsung dievakuasi oleh anak kandungnya yang berada di lokasi saat kejadian.

Dalam rekaman video yang viral, tampak sang anak panik, menangis histeris, dan berteriak meminta ayahnya untuk tetap bertahan hidup sembari melajukan kendaraan pribadi dengan kecepatan tinggi menuju fasilitas layanan kesehatan terdekat guna memperoleh penanganan medis darurat.

“Ayah tolong jangan tidur! Ayah kuat ya! Kita hampir sampai rumah sakit,” ujar anak korban dalam rekaman suara yang terekam jelas, sambil terus menyetir dan memandangi ayahnya yang bersimbah darah di kursi penumpang.

Hingga saat ini, aparat Polres Sarolangun bersama unit Reserse Kriminal Polsek Mandiangin telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan intensif, termasuk menelusuri identitas para pelaku berdasarkan rekaman visual dan keterangan saksi mata di lokasi kejadian.

Kapolres Sarolangun melalui Kasi Humas IPTU R. Siregar, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas pelaku kekerasan jalanan yang membahayakan keselamatan jiwa orang lain.

“Kami sudah kantongi video kejadian dan sedang mengidentifikasi pelaku. Kekerasan dengan menggunakan senjata tajam di ruang publik merupakan tindakan kriminal serius dan akan kami proses sesuai hukum berlaku,” tegas IPTU R. Siregar.

Sementara itu, pihak keluarga korban menyampaikan bahwa kondisi sang ayah kini mulai stabil usai mendapatkan penanganan medis. Namun, korban masih harus menjalani observasi intensif karena luka tusuk cukup dalam dan risiko infeksi.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0