Indramayu-Losarang, 24 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Suasana Balai Desa Rajaiyang pada Kamis pagi tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan warga tampak berdatangan sejak pukul 07.30 WIB, mengantre dengan tertib dan membawa undangan resmi dari pemerintah desa. Mereka adalah bagian dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar untuk menerima Bantuan Pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram per keluarga, alokasi bulan Juni hingga Juli 2025.
Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang bekerja sama dengan Perum BULOG sebagai pelaksana distribusi, dan pemerintah desa sebagai fasilitator di lapangan. Sejak awal kegiatan, proses pengambilan bantuan berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman, tanpa adanya kendala berarti.
Bantuan yang disalurkan langsung oleh Bulog Cabang Indramayu ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pihak Bulog hadir memastikan bahwa proses distribusi berjalan sesuai standar dan tepat sasaran.
Sementara itu, Pemerintah Desa Rajaiyang telah melakukan berbagai persiapan teknis agar kegiatan berlangsung efisien dan tidak menimbulkan kerumunan. Dukungan penuh juga diberikan oleh perangkat desa, Para Ketua RT dan Ketua RW, serta sejumlah relawan lokal yang turut membantu mengatur antrean, mendata warga, dan menjaga ketertiban di lokasi kegiatan.
Dalam keterangannya, Kepada Awak Media Kuwu Carti menyampaikan apresiasi atas bantuan yang kembali diterima oleh warganya. Ia menyatakan bahwa program bantuan pangan ini sangat membantu masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok yang saat ini cenderung meningkat.
“Beras adalah kebutuhan pokok utama. Dengan adanya bantuan ini, beban masyarakat bisa berkurang, terutama bagi mereka yang kondisi ekonominya masih terdampak pascapandemi maupun faktor lainnya. Kami berterima kasih kepada Bulog dan seluruh pihak yang terlibat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah rakyatnya,” ungkap Carti saat meninjau langsung proses penyaluran.
Setiap warga penerima bantuan diwajibkan membawa dokumen identitas dan surat undangan resmi dari Perum Bulog. Untuk menghindari penumpukan, pembagian dijadwalkan berdasarkan pembagian Nomor Urut, sehingga alur antrean berjalan lebih cepat dan efisien. Petugas juga menyediakan meja verifikasi data untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar terdaftar dalam data penerima.
Atmosfer kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Para warga terlihat sabar menunggu giliran, bahkan saling membantu saat membawa karung beras. Suasana gotong royong dan solidaritas sosial kembali hidup dalam kegiatan ini.
Program bantuan pangan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan bahkan meningkat cakupannya. Selain membantu secara langsung dalam hal konsumsi, kehadiran bantuan seperti ini juga memberikan rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat.
Dengan pelaksanaan yang rapi, tertib, dan penuh rasa tanggung jawab, kegiatan pembagian beras bantuan pangan di Desa Rajaiang ini menjadi contoh baik dari sinergi antara pemerintah pusat, lembaga pelaksana, dan pemerintah desa dalam menyalurkan program sosial dengan tepat sasaran,
[NONO]













