Bocah 12 Tahun Asal Pekalongan Meninggal Dunia Usai Digigit Ular Weling Saat Tidur

Bocah 12 Tahun Asal Pekalongan Meninggal Dunia Usai Digigit Ular Weling Saat Tidur
banner 120x600

Pekalongan, 24 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS

nsiden menyedihkan menimpa seorang anak laki-laki bernama Rafa (12), warga Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ia menghembuskan napas terakhir setelah berjuang selama satu bulan penuh menjalani perawatan intensif akibat gigitan ular berbisa jenis weling.

crossorigin="anonymous">

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari, 16 Juni 2025, ketika Rafa sedang terlelap di kediamannya. Tanpa disadari, seekor ular weling, reptil berbisa dengan corak belang hitam putih yang dikenal sangat mematikan masuk ke dalam rumah dan menggigit Rafa saat ia tengah tertidur.

Keluarga yang panik segera membawa Rafa ke RSUD Kajen, namun seiring berjalannya waktu, keadaan medisnya terus mengalami penurunan signifikan. Akibat kondisi yang semakin kritis, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Pekajangan, sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUP Dr Kariadi Semarang pada 9 Juli 2025 untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Setibanya di RSUP Dr Kariadi, Rafa langsung dimasukkan ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan mendapatkan perawatan medis secara menyeluruh dari tim dokter spesialis anak dan toksikologi. Namun, meskipun segala upaya maksimal telah dilakukan, kondisinya terus menurun dan mengalami koma dalam waktu cukup lama.

Hingga pada akhirnya, Rafa dinyatakan meninggal dunia setelah satu bulan bertahan dalam perawatan intensif, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar.

Kasus tragis ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat luas, khususnya yang tinggal di daerah pedesaan atau dekat habitat ular liar. Ular weling (Bungarus candidus) merupakan spesies berbisa tinggi yang aktif pada malam hari dan kerap memasuki permukiman manusia saat musim kemarau karena mencari tempat lembab atau sumber air.

Pihak berwenang dan otoritas kesehatan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan rumah tertutup rapat di malam hari, dan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat persembunyian ular.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0