BREBES, 23 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Aksi kriminal berupa pembobolan toko ritel modern kembali terjadi. Kali ini, sebuah gerai Alfamart yang berada di wilayah Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, menjadi sasaran pelaku pencurian pada Rabu dini hari (23/7/2025).
Peristiwa kejahatan tersebut menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit, dengan estimasi mencapai Rp38.000.000, berdasarkan inventarisasi awal pihak manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, selaku pemilik resmi jaringan ritel tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bulakamba, AKP Ibnu Setiyadi, membenarkan adanya laporan pembobolan gerai tersebut. Menurut keterangan resminya, insiden pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB, ketika salah seorang karyawan toko datang untuk membuka toko dan bersiap memulai operasional harian.
“Karyawan tersebut mendapati pintu belakang dalam kondisi rusak dan sebagian rak barang terlihat acak-acakan. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, dipastikan telah terjadi pencurian dengan sejumlah barang dagangan serta uang tunai hilang dari tempat penyimpanan,” ungkap AKP Ibnu.
Petugas jaga toko tersebut kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Tim dari Unit Reserse Kriminal Polsek Bulakamba bersama Inafis Polres Brebes segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.
Dari hasil penyelidikan awal, diduga pelaku masuk melalui pintu belakang bangunan, dengan cara merusak gembok dan engsel pintu menggunakan alat bantu tajam atau keras. Dugaan ini diperkuat oleh adanya bekas congkelan pada kusen pintu serta serpihan besi yang ditemukan di sekitar area tersebut.
“Pelaku diperkirakan beraksi antara pukul 01.00 sampai 04.00 WIB, saat situasi lingkungan dalam kondisi sepi. Tidak ada saksi mata langsung, dan rekaman kamera pengawas (CCTV) sempat mati di beberapa titik, yang kini tengah kami selidiki lebih lanjut,” tambah AKP Ibnu.
Barang-barang yang diambil antara lain sejumlah rokok berbagai merek, produk makanan ringan bernilai jual tinggi, serta uang tunai yang disimpan dalam laci kasir. Inventarisasi kerugian masih berlangsung, namun angka sementara mencapai Rp38 juta rupiah.
Pihak kepolisian kini tengah mengintensifkan penyelidikan, termasuk pengecekan ulang terhadap rekaman CCTV, pemeriksaan saksi di sekitar lokasi, dan koordinasi dengan manajemen pusat Alfamart.
“Kami telah meminta data CCTV dari pusat, termasuk melakukan pemetaan titik keluar-masuk kendaraan yang mencurigakan dari laporan warga sekitar. Tim kami terus bergerak untuk segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” tegas Kapolsek.
AKP Ibnu juga mengimbau kepada seluruh pengelola ritel di wilayah hukum Polsek Bulakamba agar meningkatkan sistem keamanan, termasuk memaksimalkan penerangan di sekitar toko, memasang alarm darurat, serta memeriksa fungsi CCTV secara berkala.
[RED]













