Aksi Nekat Pasang Cincin di Alat Vital, Pria di Ciamis Dievakuasi Damkar dan Medis RSUD

Aksi Nekat Pasang Cincin di Alat Vital, Pria di Ciamis Dievakuasi Damkar dan Medis RSUD
banner 120x600

CIAMIS, 14 Juli 2025 RESKRIMPOLDA.NEWS

Seorang pria berinisial D (49), warga Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, harus menjalani prosedur darurat medis setelah empat buah cincin berbahan stainless steel terjebak di organ vitalnya selama hampir sepekan.

crossorigin="anonymous">

Insiden tidak lazim ini bermula saat pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis, setelah upaya mandiri dan konsultasi ke fasilitas kesehatan tingkat pertama tak membuahkan hasil.

Menurut penuturan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Ciamis, Fery Rochwandi, timnya menerima laporan pada Sabtu sore mengenai kasus medis non-konvensional yang membutuhkan evakuasi teknis khusus.

“Yang bersangkutan memasang empat cincin logam di sekitar organ genitalnya, yang kemudian tak dapat dilepaskan akibat pembengkakan jaringan. Kondisinya sudah berlangsung selama enam hari,” terang Fery, Minggu (13/7/2025).

Setelah melakukan assessment awal, petugas Damkar menyimpulkan bahwa penanganan harus dilakukan dengan kolaborasi tenaga medis karena posisi benda asing berada pada area sensitif dan berisiko tinggi.

Korban kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Ciamis, di mana proses pemisahan benda logam dari jaringan tubuh dilakukan menggunakan mini grinder khusus milik Damkar, dibawah pengawasan ketat tim medis.

Proses berlangsung secara bertahap dan penuh kehati-hatian, mengingat risiko luka serius, perdarahan, bahkan potensi kerusakan permanen pada organ tersebut.

“Kita lakukan pemotongan satu per satu dengan teknik dingin, dibantu dengan pelindung panas agar tidak membakar kulit. Tindakan dilakukan sekitar satu jam,” ungkap Fery.

Meski belum ada pernyataan resmi dari korban mengenai motif tindakan tersebut, pihak keluarga menduga bahwa korban melakukan eksperimen pribadi dengan tujuan estetika atau kepuasan tertentu, tanpa berkonsultasi dengan ahli medis atau tenaga profesional.

Hingga saat ini, kondisi korban telah stabil, dan pihak RSUD memastikan tidak ada cedera serius permanen pada organ reproduksi pasien.

Dinas Pemadam Kebakaran Ciamis mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan benda asing di bagian tubuh sensitif, terlebih tanpa pemahaman medis atau pengawasan profesional.

“Kami sering menangani evakuasi cincin dari jari tangan atau benda logam di tempat sempit, tapi ini kasus langka yang melibatkan organ vital. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak agar tidak berujung pada kejadian darurat yang berisiko,” tutup Fery.

[RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8758608579724912, DIRECT, f08c47fec0942fa0