Bekasi, 13 Juli 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Pemerataan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi membuka Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dioperasikan oleh Yayasan Garuda di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Senin, 30 Juni 2025.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Gizi Masyarakat, yang digagas untuk mendukung arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mencetak generasi unggul serta memperkuat jaring pengaman sosial di seluruh pelosok negeri.
Dapur MBG Jatiasih dirancang sebagai pusat layanan pangan bergizi gratis yang menyasar kelompok rentan, dan akan mulai aktif menyalurkan makanan sehat per 14 Juli 2025. Target penerima manfaat mencakup:
- Anak usia dini hingga siswa SMA dari lebih dari 20 institusi pendidikan sekitar.
- Balita peserta posyandu dan ibu menyusui.
- Anak-anak dengan kondisi stunting atau gizi buruk kronis.
Dapur ini akan menyediakan sekitar 4.000 porsi makanan bergizi setiap hari.
Namun, sebagaimana disampaikan oleh Menko AHY, dapur ini tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, melainkan menjadi motor pembangunan manusia dan ekonomi lokal.
Dampak Berlapis: Gizi, Ekonomi, dan Infrastruktur
- Membangun Generasi Emas:
AHY menegaskan bahwa makanan bergizi adalah pondasi bagi kemajuan bangsa. “Kita tidak bisa berharap pada generasi yang lemah karena kekurangan gizi. Inilah bentuk nyata negara hadir untuk masa depan anak-anak Indonesia,” ujar AHY dalam pidatonya. - Penggerak Roda Ekonomi Rakyat:
Program ini melibatkan petani lokal, pedagang tradisional, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lingkungan sekitar, sebagai bagian dari rantai pasok bahan makanan dan operasional dapur. Model ekonomi gotong royong ini diprediksi dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. - Pemerataan Infrastruktur Sosial:
Peresmian dapur MBG juga menjadi penanda dimulainya perluasan infrastruktur pendukung program pangan nasional. AHY menekankan bahwa infrastruktur tidak semata soal konektivitas logistik, tetapi soal mewujudkan keadilan sosial—dimana negara hadir hingga ke meja makan rakyat kecil. - Model Kolaboratif Pemerintah-Masyarakat:
Dapur MBG ini lahir dari kolaborasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor masyarakat sipil, khususnya melalui Yayasan Garuda sebagai pelaksana teknis.
Tokoh sentral di balik Gerakan Dapur Indonesia (Garuda) atau Yayasan Garuda Biru Indonesia adalah Nofalia Heikal Safar, yang dalam berbagai publikasi juga dikenal dengan nama Naufal Haekal Savir. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Garuda, dan telah menggagas serta menjalankan dapur serupa di beberapa wilayah Kota Bekasi lainnya, seperti Kayuringin, Galaxy, Metland, dan Duta Kranji.
Dalam sambutannya, Nofalia menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini. “InsyaAllah, mulai 14 Juli, dapur ini siap menyuplai 4.000 porsi bergizi setiap hari. Kami berterima kasih atas dukungan langsung Menko AHY dan semua pihak yang hadir hari ini. Ini semangat gotong royong yang sesungguhnya.”
Hingga Juni 2025, tercatat lebih dari 5,5 juta jiwa di seluruh Indonesia telah menerima manfaat dari program MBG. Angka ini diyakini akan terus meningkat seiring ekspansi pembentukan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Dapur MBG Jatiasih sendiri telah dinyatakan memenuhi standar higienitas, kelayakan konsumsi, serta sertifikasi halal, menjadikannya sebagai prototipe dapur nasional untuk skema pelayanan pangan gratis di masa mendatang.
Peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat nasional dan daerah, antara lain:
- Prof. Dadan Hindayana (Kepala Badan Gizi Nasional)
- Haikal Hasan (Kepala BPJPH)
- Kolonel Inf Krisrantau (Dandim 0507/Bekasi)
- Tri Adhianto (Wali Kota Bekasi)
- Herman Khaeron (Anggota DPR RI)
- Serta beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kota Bekasi.
“Kami mengundang seluruh elemen bangsa untuk terlibat langsung memperluas program MBG ini. Ini bukan sekadar program sosial ini pondasi masa depan Indonesia.” tutup AHY dalam pernyataan resmi.
[RED – DEWANDARU]














