JAKARTA, 11 Juli 2025 – RESKRIMPOLDA.NEWS
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian tengah mendalami penemuan jasad pria tanpa kepala yang mengapung di aliran Kali Ciliwung, Jakarta. Korban diduga kuat merupakan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden longsor di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa hari lalu.
Namun hingga kini, identitas korban belum dapat dipastikan secara definitif. Dugaan tersebut muncul berdasarkan ciri fisik dan pakaian yang dikenakan jenazah saat ditemukan, yang dianggap mirip dengan deskripsi korban hilang. Namun pihak keluarga korban yang sempat melakukan identifikasi visual di RSUP Fatmawati menolak mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah anggota keluarganya.
Langkah Forensik: Tes DNA Jadi Penentu Identitas
Menyikapi ketidakcocokan hasil identifikasi visual, pihak kepolisian menempuh langkah ilmiah dengan melakukan uji DNA untuk memastikan identitas korban. Sampel dari jenazah dan keluarga inti telah diambil dan saat ini dalam proses analisis laboratorium forensik.
“Kami tidak bisa menyimpulkan identitas secara pasti tanpa hasil forensik. Oleh karena itu, kami menunggu uji pembanding DNA untuk mengonfirmasi apakah benar korban adalah ASN Kemendagri yang dilaporkan hilang,” jelas seorang penyidik dari Polres Jakarta Selatan.
Kondisi Mayat: Luka Melepuh dan Dugaan Kematian Empat Hari Lalu
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal medis, korban diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan. Tubuhnya mengalami luka melepuh, namun penyebab pasti kematian belum dapat ditentukan sebelum hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati keluar.
Kepolisian masih membuka berbagai kemungkinan, termasuk potensi unsur pidana atau kematian akibat kecelakaan alam. Jenazah ditemukan dalam kondisi tanpa kepala, yang menambah kompleksitas investigasi, apakah akibat proses alami pascakecelakaan atau adanya unsur kekerasan.
Polisi Masih Selidiki Keterkaitan dengan Longsor di Bogor
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu terjadi tanah longsor di Megamendung, Bogor, yang menyebabkan beberapa warga dan pegawai instansi dilaporkan hilang. Dugaan sementara mengaitkan jasad ini dengan peristiwa tersebut. Namun, hingga hasil autopsi dan DNA terkonfirmasi, penyidikan masih terbuka untuk semua kemungkinan.
“Kami juga berkoordinasi dengan kepolisian wilayah Bogor dan pihak Kemendagri untuk menyinkronkan data orang hilang dan laporan kejadian bencana,” ujar salah satu anggota Tim Identifikasi.
Kesimpulan Sementara
Penyidik Polri kini menunggu hasil final dari proses:
- Autopsi menyeluruh di RS Polri
- Pemeriksaan forensik DNA
- Pendalaman data orang hilang pascalongsor
Sementara masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi dan memberikan ruang bagi proses penyelidikan berjalan secara objektif dan ilmiah.
[RED]













