Jakarta, 8 Juli 2025 — RESKRIMPOLDA.NEWS
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Senin (7/7/2025) malam hingga Selasa (8/7/2025) mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan merendam kawasan permukiman warga. Akibat bencana hidrometeorologi ini, ratusan penduduk terpaksa dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara.
Menurut laporan resmi dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, sebanyak 321 warga dari beberapa kelurahan terdampak telah dipindahkan ke fasilitas umum berupa masjid dan mushola yang dijadikan sebagai lokasi penampungan darurat.
“Jumlah keseluruhan warga yang kami data hingga saat ini sebanyak 321 jiwa, tersebar di sejumlah titik pengungsian,” ujar Isnawa dalam keterangannya pada Selasa (8/7/2025).
BPBD DKI Jakarta merinci lokasi-lokasi yang saat ini difungsikan sebagai pos pengungsian sementara berikut jumlah pengungsi di setiap titik:
- Masjid Al Ridwan, Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan: 35 jiwa
- Musholla Sabili, Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan: 40 jiwa
- Masjid Al Mujahidin, Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan: 140 jiwa
- Musholla Al Inayah, Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan: 60 jiwa
- Masjid Al Jabar, Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan: 11 jiwa
- Masjid Al Fudhola, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat: 35 jiwa
Kawasan terdampak sebagian besar berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, yang diketahui memiliki kerentanan terhadap banjir akibat topografi rendah dan kepadatan bangunan permukiman di bantaran sungai.
Tim gabungan dari BPBD DKI Jakarta, Dinas Sosial, PMI, serta relawan wilayah setempat telah dikerahkan untuk menyalurkan bantuan logistik, menyediakan dapur umum, selimut, dan obat-obatan, serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pengungsian guna mencegah potensi penyakit menular.
“Kami pastikan para pengungsi mendapatkan layanan dasar seperti makanan siap saji, air bersih, dan layanan medis. Petugas juga disiagakan untuk memantau perkembangan situasi di setiap titik,” tambah Isnawa.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui instansi teknis terkait juga tengah berupaya melakukan penyedotan genangan air, membersihkan saluran tersumbat, dan mengidentifikasi titik-titik rawan untuk antisipasi banjir lanjutan.
[RED]













